Home | Looking for something?
  • Cerita
  • Edit
  • Sabtu, 26 Desember 2009

    Zaman sekarang kawin-cerai, gonta-ganti pacar merupakan hal yang biasa terjadi, baik di kalangan selebritis maupun orang biasa. Orang tidak lagi memandang perkawinan sebagai ikatan seumur hidup yang mempersatukan suami istri dalam suka dan duka, sehat dan sakit, miskin dan kaya, sampai maut memisahkan kita.

    Pada waktu kapal Tetanic tenggelam, ada kisah cinta yang mengharukan. Ketika orang-orang sibuk memindahkan para wanita dan anak-anak kekapal sekoci, bapak dan ibu Strauss ikut sibuk membantu. Mereka menyuruh pelayannya, Mebel dan istrinya, mesuk sekoci dan menyelimuti mereka dengan selimut hangat. Bu Strauss sendiri sudah melangkahkan satu kakinya dalam sekoci, namun seketika ia berubah pikiran. Ia menarik kakinya dan melangkahkan kembali ke kapal yang mulai tenggelam.

    “Sayangku, naiklah kesekoci,” kata suaminya

    Bu Strauss menatap mata pria pria yang telah mendampinginya puluhan tahun, yang menjadi sahabat karibnya, belahan jiwa, dan selalu memberikan penghiburan. Ia meraih tangan suaminya dan mendekap tubuh pak strauss yang gemetar karena kedinginan.

    “Tidak. Kita sudah bersama-sama selama bertahun-tahun. Kita sekarang sudah tua. Aku tidak mau meninggalkanmu sendiri. Kemana engkau pergi, aku ikut.” Demikianlah mereka terlihat terakhir kalinya, berdiri berpelukan di geladak dan kapal itu pun pelan-pelan mulai tenggelam.

    Mereka mengambil komitmen untuk selalu bersama sampai maut memisahkan. Alangkah indahnya jika suami istri zaman ini membuat komitmen untuk tetap setia dalam keadaan apa pun, seumur hidup mereka, seperti yang dilakukan bapak strauss.

    Belajarlah mencintai Tuhan apa adanya
    Belajarlah mencintai pasangan kita apa adanya
    Belajarlah mencintai orang tua kita apa adanya

    Cinta sejati adalah cinta yang didasari "KASIH" bukan "NAFSU"

    GBU

    Kamis, 24 Desember 2009

    Terimakasih mama

    "JGN MENILAI CRITA INI PANJANG, TP NILAI LAH MAKNA CRITA INI, SGT MENGHARUKAN...
    ------------------------------------------

    Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.

    Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

    Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. ... See More

    Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.

    Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

    Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".

    Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.

    Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

    Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.

    pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

    Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna.

    Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" .

    Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

    Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".

    Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

    Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

    Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.

    Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.

    Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

    Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.

    Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.

    Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.

    Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."

    Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik keatas mimbar.

    Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku...... ......... ...

    Inti dari Cerita ini adalah:

    Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: " Terimakasih Mama..

    Dimanapun kita berada, maka disitulah tempat terbaik kita..!
    Seringkali kita merasa terkungkung dengan lingkungan dimana kita berada.
    Tidak jarang orang berpikir dan merasa bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk bisa meraih sukses.

    Misalnya mereka yang hidup di daerah terpencil, merasa susah, dan jauh untuk mendapat sentuhan teknologi, atau menerima informasi terbaru dengan cepat. Hingga berpikir, begitu susahnya berjuang dan mengembangkan usaha.

    Sebaliknya, mereka yang hidup di kota besar berpikir betapa sesaknya dunia. Begitu ketatnya tingkat persaingan hidup. Dimana pun berada, saling sikut, saling senggol, saling tendang. Hingga akhirnya memutuskan, memang susah untuk menjadi yang terdepan.

    Dalam berjuang segala sesuatunya memang seringkali tidak sesuai keinginan kita.
    Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.

    Padahal sesungguhnya, dimanapun kita berada, pahami bahwa ITULAH tempat terbaik kita. Tempat dimana kita hidup, tempat di mana kita memperjuangkan apapun yang kita inginkan.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak...

    1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa tempat lain adalah lebih baik, maka sampai kapan kita akan mulai berjuang?
    2. Jika kita selalu saja menunggu datangnya kesempatan emas di tempat lain, berapa banyak waktu yang terbuang, hanya sekadar untuk menunggunya?
    3. Jika kita selalu saja menunda apapun yang bisa kita lakukan di tempat kita berada sekarang, maka berapa banyak kesempatan yang terbuang percuma?

    Dan masih banyak lagi hal yang perlu kita renungkan..!

    Karenanya, jika saja kita mau berpikir bahwa inilah tempat terbaik kita, maka kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!

    Kita semua memiliki kesempatan emas untuk menjadi besar & benar dimana saja... asal, kita mau memperjuangkannya!

    SELAMAT BERJUANG...

    Rabu, 23 Desember 2009

    buat ibu

    Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak lelaki satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit. Sang Ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Adapun anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak kelakuan lainnya yang membuat si Ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang.

    Meskipun hidup anaknya dipenuhi oleh kejahatan, ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, "Tuhan, tolong sadarkan anak yang kusayangi supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati." Namun semakin lama kehidupan sang Anak semakin larut dalam perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang telah dilakukannya.

    Suatu hari kembali ia mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun perbuatannya dipergoki oleh warga dan iapun tertangkap. Kemudian ia dibawa ke hadapan Raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan seringnya kejahatan yang dilakukannya, maka tanpa ampun lagi si Anak dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman hukuman tersebut disebarkan ke seluruh desa. Hukuman pancung akan dilakukan keesokan harinya di depan rakyat tepat pada saat lonceng gereja dibunyikan menandakan pukul enam pagi.

    Berita itu sampai juga ke telinga sang Ibu. Dia menangis meratapi anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan, "Tuhan, ampunilah anak hamba. Biarlah hamba-Mu yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya." Dengan tertatih-tatih sang Ibu kemudian mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sang Raja sudah bulat, si Anak tetap harus menjalani hukumannya. Dengan hati yang hancur si Ibu kembali ke rumah. Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.

    Keesokan harinya di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong datang untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan pancungnya, dan si Anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua. Tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.

    Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng gereja tidak juga terdengar berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit terlewati dari batas waktu yang seharusnya. Akhirnya didatangilah petugas yang bertugas membunyikan lonceng gereja. Dia juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi suara dentangnya tidak terdengar.

    Ketika mereka sedang terheran-heran karena keanehan yang sedang terjadi, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah. Darah tersebut datangnya dari atas, dari tempat di mana lonceng diikat. Seluruh rakyat pun mulai berkumpul menyaksikan keanehan tersebut dan orangpun diutus untuk naik ke atas dan menyelidiki sumber darah itu. Tahukah Anda apa yang mereka temukan? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh sang ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.

    Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si Ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung yang akan dijalani anaknya.

    Demikianlah, sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya betapapun jahatnya si anak. Marilah kita mengasihi orangtua kita masing-masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia. Sesuatu untuk dijadikan renungan bagi kita agar selalu mencintai sesuatu yang berharga dan tidak bisa dinilai dengan apapun.

    Kamis, 17 Desember 2009

    “Setiap perubahan, meskipun untuk menuju hal yang lebih baik, selalu diiringi oleh keberatan dan kegelisahan.” Arnold Bennett (1867-1931), pujangga dan novelis asal Inggris

    Pengalaman pahit menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan kita, misalnya tidak dihargai, dilecehkan, difitnah, disakiti, gagal, dan lain sebagainya. Namun pengalaman terpahit sekalipun dapat menjadi titik tolak mencapai puncak kejayaan dan kebahagiaan jika kita memiliki kekuatan memperbaiki diri terus menerus. Alangkah besar keuntungan yang dapat kita peroleh jika kita mampu membuka kunci kekuatan tersebut.

    Salah satu manfaat jika kita selalu memperbaiki diri adalah mampu mengantisipasi kejadian buruk menimpa kita. Bukankah lebih menguntungkan seandainya kita terus mencoba mengurangi kebiasaan makan berlebih sebelum obesitas, berhenti merokok sebelum terserang sakit stroke, atau kebiasaan buruk lainnya sebelum sakit, dibenci orang dan bangkrut? Dengan terus memperbaiki diri, keadaan kita sudah siap atau bahkan lebih baik, ketika muncul sinyal segala sesuatu menjadi sulit.

    Kekuatan memperbaiki diri akan membantu kita menyesuaikan diri dengan perubahan terkecil sekalipun, sehingga tidak sampai terjerembab dalam kesulitan yang lebih besar. Ibaratnya, seekor katak mungkin langsung melompat keluar jika dimasukkan kedalam air panas. Tetapi mungkin ia akan terjebak dalam tungku air dan mati terbunuh jika perubahan suhu dalam air naik perlahan sampai di titik didih. Artinya, kita tidak akan tergilas oleh perubahan yang terus berlangsung jika kita terus memperbaiki diri.

    Memperbaiki diri akan memberi kita rasa percaya diri dan nyaman dengan keadaan diri sendiri. Mungkin bila kita melihat seorang pengusaha muda atau artis sukses berharap dapat bertukar posisi dengannya. Padahal belum tentu mereka merasa nyaman dengan keadaan mereka sendiri. Artinya kita tidak akan menderita karena kekurangan zat kepercayaan diri dan harapan, jika mempunyai kekuatan atau usaha memperbaiki diri terus menerus.

    Di dalam kehidupan ini kita akan terus mengalami naik dan turun. Namun setiap perubahan itu akan terasa menyakitkan jika kita mengabaikan keharusan untuk terus berbenah. Walaupun kemampuan memperbaiki diri sulit dimiliki, tetapi beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu kita membuka kunci kekuatan perbaikan diri.

    Pertama adalah milikilah cita-cita dan komitmen untuk mencapainya, sebab cita-cita akan menjadi daya atau semangat juang Anda. Sehingga Anda tidak segan memperbaiki kemampuan dan pengetahuan untuk dapat meraih cita-cita tersebut. Hidup tanpa visi laksana berlayar tanpa tujuan, terasa hampa dan hidup ini sama sekali tak berguna

    Sementara itu Anda juga harus yakin pada visi Anda. Mengutip kata Pablo Picasso, seorang pelukis asal Spanyol, “Sesuatu yang dapat kamu bayangkan adalah nyata.” Sehingga bila Anda yakin, maka Anda tidak mudah menyerah melakukan tindakan-tindakan positif agar visi Anda segera tercapai, misalnya; ingin langsing dengan rajin olah raga, ingin pintar dengan rajin membaca, ingin lebih dermawan dan dicintai banyak orang dengan membantu lebih banyak sesama, ingin lebih sukses dengan berusaha lebih keras dan lain sebagainya.

    Syarat lain untuk dapat membuka kunci perbaikan diri adalah kegigihan. Jadi jangan mudah menyerah ketika menghadapi banyak tantangan atau selalu menghadapi kegagalan. Kegigihan akan mendorong Anda untuk memperbaiki diri terus menerus. Seiring dengan kualitas personal dan profesional Anda yang lebih baik, maka suatu saat tujuan Anda pasti tercapai.

    Kunci kekuatan memperbaiki diri adalah mencintai diri sendiri, sebab masing-masing diantara kita pasti memiliki kelebihan. Disamping itu masing-masing diantara kita juga memiliki keunikan tersendiri, sebab tidak seorangpun di dunia ini yang sama persis segala-galanya. Lupakanlah keinginan untuk menjadi orang lain, dengan meningkatkan kualitas, kemampuan, dan kebaikan. Dengan begitu, kekurangan kita tak akan lebih menonjol dibandingkan prestasi, kontribusi, dan kemampuan yang kita miliki.

    Masih banyak lagi cara untuk membuka kunci kekuatan perbaikan diri. Namun yang terpenting adalah motivasilah diri Anda untuk terus melakukan perbaikan, sebab perubahan besar akan selalu berawal dari dalam diri sendiri. Ketika Anda sudah menikmati setiap proses memperbaiki diri, berarti Anda juga telah memiliki kemampuan menjadikan segala sesuatu indah, membanggakan, dan membahagiakan.

    sahabat sebenarnya

    1. Seorang sahabat tidak akan membiarkanmu merusak diri sendiri. Senintiasa punya waktu untuk mendengarkan masalah-masalahmu dan memberikan nasihat terbaik. Bisa bersikap terbuka dan apa adanya di dekatmu. Tidak merasa segan menerima saranmu. Tidak akan pernah mencoret namamu. =D



    2. Seorang sahabat akan selalu menepati janji, bicara jujur,meluangkan waktu untukmu, dan bisa tertawa bersamamu. =)



    3. Seorang sahabat akan tahu apa yang ingin kau katakan, meski kau tidak mengucapkannya. Memahami perasaanmu, meski kau sendiri tak bisa memahaminya. Akan selalu memaafkanmu, biasanya sebelum kau sendiri bisa memaafkan dirimu. =D



    4. Seorang sahabat selalu bersedia menolongmu tanpa pamrih. Mau datang menyemangatimu saat kau bertanding. =)



    5. Seorang sahabat akan selalu mengatakan penampilanmu bagus - meski sebenarnya tidak. Memberitahukan kalau ada sesuatu yang terselip di gigimu. =D



    6. Seorang sahabat tidak bicara yang jelek-jelek tentang dirimu. =)



    7. Seorang sahabat mempunyai tempat istimewa di hatimu dan selalu ada saat dibutuhkan. =D



    8. Seorang sahabat tidak akan menertawakanmu saat kau berbuat bodoh. Bersedia menemanimu sepulang sekolah, untuk membantumu menyelesaikan hukuman menulis 250 baris. =D



    9. Seorang sahabat adalah orang yang bisa kau hormati, menghormatimu, dan mau berbagi perasaan. =)



    10. Seorang sahabat membuatmu merasa nyaman dengan dirimu sendiri. Mendorongmu unntuk meraih cita-citamu. Tak pernah iri kepadamu. =D



    11. Seorang sahabat akan senantiasa mendampingimu dalam suka dan duka. =)



    12. Seorang sahabat tidak akan melanggar janjinya untuk tidak membuka rahasia. =D



    13. Tidak membicarakanmu pada teman-teman lain. Abadi dan selamanya. =)



    14. Seorang sahabat akan selalu berpihak padamu saat kau merasa seluruh dunia menetangmu. =D



    15. Seorang sahabat akan selalu membukakan pintu untukmu, walau hari sudah larut malam. Takkan mengkhianatimu. Membantumu mendapatkan teman-teman baru. =)



    16. Seorang sahabat akan selalu memaafkanmu setelah bertengkar. =D



    17. Seorang sahabat bersedia membagi makan siangnya denganmu kalau kau lupa membawanya. =)



    18. Seorang sahabat tidak akan ikut tertawa kalau ada yang membuat lelucon jahat tentang dirimu. =D



    19. Seorang sahabat menyukaimu sebagaimana adanya, bukan penampilanmu, sebab itulah yang paling penting. =)



    20. Seorang sahabat tidak akan pernah menertawakan apapun yang kau miliki dan kau lakukan. =D



    21. Seorang sahabat akan membantumu bangkit saat kau terjatuh di arena roller skate. =)



    22. Seorang sahabat tidak akan mementingkan kecantikan atau popularitas, melainkan menyukaimu karena kepribadianmu. Akan mendampingimu hingga akhir.=D



    23. Seorang sahabat tidak selalu berpikir sama seperti dirimu. Akan mengadukanmu kalau kau memakai obat bius atau merokok. Akan menegurmu dengan baik-baik kalau kau berbuat salah.=)



    24.Seorang sahabat adalah orang yang dipercayai juga oleh ibumu.=D



    25. Seorang sahabat tidak akan takut dilihat bersamamu. Akan tertawa mendengar lelucon-leluconmu, meski tidak lucu.=)



    26. Seorang sahabat tidak pernah menimpakan segala kesalahan pada dirimu.=D



    27. Seorang sahabat akan bersedia membagi potongan terakhir permennya padamu. Adalah hadiah yang bisa kau buka berulang kali.=D



    28. Seorang sahabat akan selalu percaya padamu saat orang-orang lain tidak mempercayaimu.=)

    cinta yang sesungguhnya

    BEGITU SEMPURNANYA SANG ISTRI, HINGGA SANG SUAMI TAK MENCATAT KEKURANGANNYA

    Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

    Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

    Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia." Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

    Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman.

    Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. "Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan" jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

    Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang"

    Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya, Ia menunduk dan menangis.

    Pesan moral :

    Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal
    yang indah di sekeliling kita? Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

    Cinta tak pernah memandang kekurangan orang yang kita sayangi dan kita cintai.

    Cinta hanya akan membawa kebahagian dan saling berbagi untuk memahami kekurangan masing-masing. mencintai dengan apa adanya.

    Cinta tak pernah menyakiti, yang sebenarnya adalah menambah kedewasaan dan cara berpikir kita untuk memandang hidup, sebagai kasih karunia Tuhan yang terbaik. Cintailah semua makhluk dengan harapan semua berbahagia

     

    TV Channel

    google translate

    chat disini aja yuk ^^