Home | Looking for something?
  • Cerita
  • Edit
  • Tampilkan postingan dengan label kiat-kiat menjadi lebih baik. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label kiat-kiat menjadi lebih baik. Tampilkan semua postingan

    Minggu, 04 April 2010

    BERGERAKLAH

    "Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan)."

    Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru saya, "CHANGE".

    Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, saya tawarkan uang itu. "Silahkan, siapa yang mau boleh ambil," ujar saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.

    Seperti yang saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius.

    Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu
    menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.

    Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya.

    Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan saya.
    Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu
    disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan
    keragu-raguan.

    Semua audiens tertegun.

    Saya ulangi pesan Saya, "Silahkan ambil, silahkan ambil." Ia menatap wajah saya, dan saya pun menatapnya dengan wajah lucu.

    Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, "Kembalikan,kembalikan!"

    Saya mengatakan, "Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya."

    Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000.

    Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?

    Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:

    "Saya pikir Bapak cuma main-main ............"
    "Nanti uangnya toh diambil lagi."
    "Malu-maluin aja."
    "Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!"
    "Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu ....."
    "Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya...."
    "Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas....."
    "Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang........."
    "Saya, kan duduk jauh di belakang..." dan seterusnya.

    Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian kesempatan (opportunity),tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara itu tetap melakukan hal yang sama dari hari ke hari.....,"

    Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana.

    Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

    Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the
    Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah "Winners take action. They simply get up and do what has to be done.".

    Selamat bergerak!!!

    Minggu, 21 Maret 2010

    Dia berbaring seorang diri di dalam kamarnya yang luas. Dari seperangkat hifi yang terletak di samping ranjangnya, mengalun nyanyian lembut F4 dengan Te-Amo-nya. Di luar salju melayang-layang ke bumi bagaikan kembang-kembang putih yang menyebarkan suasana dingin di hatinya.
    Tubuhnya meringkuk dalam selimut tebal. Tetesan air mata mengalir di pipinya yang halus. Wajahnya yang cantik tak mampu menyembunyikan kepedihan yang tersembunyi dalam jiwanya. Musik. Udara dingin. Kesedihan. Rindu.
    Tiba-tiba dia ingin berseru dengan keras: “Aku kesepian, sayangku. Aku kesepian!” Dia terisak-isak. “Mengapa kau tidak lagi memahami diriku? Mengapa kau meninggalkan aku dalam lara? Apa lagi yang harus kulakukan agar kau dapat mengerti keadaanku ini? Sungguh, aku mencintaimu tetapi mengapa kau pergi…..?”

    Masa lalu yang indah kini membayang dalam selimut kabut.
    Dia, seorang dara manis, kini larut dalam sepi dan rindu setelah ditinggalkan kekasihnya. Tak ada yang mampu menghiburnya. Tak ada yang mampu membuatnya memahami hidup.
    Saat kepedihan oleh rasa sesal dan marah menggusur seluruh pemikirannya. Tidak. Tak ada lagi yang dapat dilakukannya kecuali berdiam diri sambil menyesali dan merasa gusar atas segala ketidak-adilan yang menimpanya saat ini. “Apakah salahku?” bisiknya pelan. “Ya, apakah yang telah kulakukan hingga kau meninggalkan aku?”

    “Sebab sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pula dia menyalibmu” tulis Kahlil Gibran dalam bukunya yang indah, Sang Nabi. Cinta. Bukankah segenap apa yang kita jalani dalam hidup ini mengandung elemen cinta? Keindahan persahabatan. Kelembutan keluarga. Kebencian terhadap lawan. Duka lara kehidupan. Cinta dapat mengarah ke luar maupun ke dalam diri kita sendiri. Kita ingin mencintai. Kita ingin dicintai. Dan reaksi diri kita tergantung pada seberapa besar sikap ingin mencintai dan dicintai itu dominan dalam sikap kita. Masing-masing mempunyai sisi yang berbeda.

    Jika sikap ingin mencintai yang lebih dominan maka kita dapat bersikap pasrah terhadap perbuatan orang-orang yang kita cintai. Kita lebih toleran dan memaklumi keadaan orang lain.
    Sebaliknya jika sikap ingin dicintai yang dominan, maka setiap perbuatan orang lain yang mengusik diri kita akan menjadi malapetaka bagi kita sendiri. Kita mudah merasa tersisih, merasa kesepian serta gusar atas tindakan orang lain yang tidak lagi mencintai diri kita. Kita ingin terus menikmati cinta yang diberikan kepada kita tanpa menyadari bahwa cinta itu kadang semu belaka. Dan apa gunanya sesuatu yang semu?

    Tetapi ada waktunya untuk belajar mencintai.
    Ada pula waktunya untuk menerima cinta.
    Hidup tidak mesti dipatok pada ukuran tetap. Memang jika kita menerima cinta, selayaknya pula kita memberi cinta. Tetapi kemudian, segala resiko darinya harus dapat dipertanggung-jawabkan bersama. Karena itu, perasaan duka, sesal dan marah atas kegagalan kita dalam memberi dan menerima cinta, janganlah membuat kita menjadi putus asa. Percayalah bahwa hidup tidak akan menjadi basi hanya karena kegagalan itu. Masih banyak, banyak orang yang dapat kita berikan cinta. Dan masih banyak pula orang yang akan mencintai kita. Jadi mengapa harus berduka berkepanjangan?

    Dengan perlahan dia sibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. Dia bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju jendela kamarnya. Diapun membuka lebar daun jendela dan membiarkan udara dingin yang segar memasuki dadanya. Di luar, di sudut jalan, dia melihat dua anak kecil sedang menjajakan koran. Dan dua orang nenek sedang berjalan, memakai baju usang, memikul buntalan yang nampak lebih besar dari tubuh mereka sendiri. Mereka saling bersenda gurau, melempar canda dan tertawa lebar walau dunia seakan melupakan mereka.
    Duka? Suka? Apalah artinya dibanding dengan keindahan hidup yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita? Bukankah yang perlu kita lakukan hanyalah menyebarkan harum cintaNya? Dan itu lepas dari kedirian kita sendiri saja. Maka tak guna menyesali segala sesuatu yang telah terjadi karena hari esok masih panjang menantang…..

    “Betapa aku terlalu mengasihani diriku sendiri. Aku hanya melihat ke dalam diriku saja tanpa mau mengetahui apa yang dialami orang-orang lain. Aku terlalu egois. Ternyatalah bahwa selama ini aku tidak mengenal diriku sendiri. Bukankah untuk memahami diri sendiri kita harus bercermin pada hidup orang lain juga? Dan jika dia telah pergi meninggalkan aku, toh, bukan aku sendiri saja yang telah mengalami hal ini. Tidak, yang perlu menyesali diri bukan aku, tetapi dia yang telah menolak untuk kuberikan cinta.
    Aku harus bangkit dan melihat ke luar lagi sekarang….” gumannya pelan. Maka dia pun menghapus air matanya dan melempar seulas senyum ke dunia luar. Kepada anak-anak penjaja Koran itu. Kepada nenek-nenek yang sedang bercengkerama itu. Dan kepada dirinya sendiri juga.

    Rabu, 17 Maret 2010

    Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Ralph.

    Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat koper. Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat santa claus. Ia juga menolong seorang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

    "Darimana anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?" tanya sang profesor.

    "Melakukan apa?" kata Ralph.

    "Darimana anda belajar hidup untuk seperti?"

    "Oh" kata Ralph, "selama perang ,saya kira"

    Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam, juga tentang tugasnya saat membersihkan ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu teman-temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

    "Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah," katanya.

    "Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."

    Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

    ayah itu menakjubkan

    Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, tapi selalu membutuhkan kehadirannya.

    Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji!

    Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan. Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu). Tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

    Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu
    mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi. Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala. Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya. Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

    Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan. Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.

    Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

    Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

    Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah

    Ayah itu murah hati....
    Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan....Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. .... Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....
    Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin
    bicara... Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya.... Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. .

    Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.... Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,,tidak" Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi. Ayah mengatakan ," tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan" Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya.... Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.... Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

    Ayah mengira seratus adalah tip.. Seribu adalah uang saku.. Gaji pertamamu terlalu besar untuknya... Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis) Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan. Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya" Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,"jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu" Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan: "Jangan cengeng meski kau seorang perempuan, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

    Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.... Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.... Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah SWT, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

    Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap
    kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tumis kangkung paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat pawai, untuk tetes "air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan.......jazakallah bil jannah," semoga Allah mengganti semuanya dengansyurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Alloh beri, semoga...... .." Dan untuk semua yang saat ini sedang merindukan Ayah.

    Ayah itu ternyata menakjubkan!

    berpikir maju..

    Ketika kenangan tentang kehancuran masa lalu melintas, kita harus menolak dan mendorongnya pada keutuhan.
    Ketika kenangan tentang kehilangan di masa lalu melintas, kenangan dengan kehilangan materi atau hubungan, kita harus menolong kenangan itu dan mendorongnya pada berkat-berkat yang disediakan Tuhan untuk kita di masa depan.

    Seseorang yang bergerak maju harus menolak semua bentuk ketakutan, termasuk ketakutan yang tidak dikenali

    Renungan :
    ~ Pikiran kita menjadi perkataan kita.
    ~ Perkataan kita menjadi tindakan kita.
    ~ Tindakan kita menjadi kebiasaan kita.
    ~ Kebiasaan kita menjadi karakter kita.
    ~ Karakter kita menjadi tujuan hidup kita.

    Sabtu, 06 Maret 2010

    arti doa yang sesungguhnya

    Mana kala apa yang kita pikirkan tidak tepat, TUHAN berkata, "TIDAK."
    Tidak - kala pemikiran itu bukan pemikiran yang terbaik
    Tidak - kala pemikiran itu sama sekali salah
    Tidak - walaupun pemikiran tersebut mungkin saja dapat menolongmu, namun juga akan menimbulkan masalah bagi orang lain

    Mana kala waktunya tidak tepat, TUHAN berkata, "PERLAHANLAH."
    Apa jadinya kelak bila TUHAN menjawab setiap doa secepat kita menjentikkan jari-jari kita? Tahukah engkau apa yang akan terjadi?
    Tuhan akan menjadi hambamu, bukan Tuanmu.
    Tiba-tiba saja TUHAN mengabdi kepadamu, bukan engkau yang mengabdi
    kepada-NYA.

    Mana kala engkau berbuat kesalahan, TUHAN berkata, "BERTUMBUHLAH."
    Orang yang mementingkan dirinya sendiri harus bertumbuh di dalam ketidak-egoisan.
    Orang yang terlalu berhati-hati harus bertumbuh di dalam keberanian.
    Orang yang suka menguasai orang lain harus bertumbuh di dalam kepekaan.
    Orang yang senang mencela harus bertumbuh didalam tenggang rasa.
    Orang yang selalu berpikiran negatif harus bertumbuh di dalam sikap positif.

    Orang yang senang mencari kepuasan jasmani harus bertumbuh di dalam berbagi rasa dengan orang-orang yang menderita.

    Mana kala semuanya telah benar, TUHAN berkata, "PERGILAH."
    Mukjizat terjadi:
    Pecandu berat alkohol dilepaskan.
    Pecandu obat bius menemukan kebebasannya.
    Yang ragu-ragu menjadi percaya layaknya seorang anak kecil.
    Jaringan tubuh yang terkena penyakit mulai menjadi sembuh karena pengobatan.

    Pintu yang menuju ke arah impianmu tiba-tiba terbuka dan berdirilah Tuhan di sana sambil berkata, "PERGILAH!"

    Ingatlah:
    Penundaan oleh TUHAN bukan berarti pengingkaran janji TUHAN.
    Waktunya TUHAN sempurna adanya.
    Kesabaran adalah yang kita perlukan dalam berdoa.

    cara mendapatkan jodoh

    PERTAMA, adalah kenali diri anda sendiri dan ketahui dengan jelas keinginan anda. KEDUA, ingat bahwa jodoh anda tidaklah sempurna, karena ia seorang manusia yang memiliki kelebihan sekaligus kelemahan.
    KETIGA, sabar dan belajar didalam menjalani hubungan pertemanan dan siap-siap untuk melanjutkan atau membatalkan. KEEMPAT, kuasai hubungan anda dengan cinta kasih yang murni bukan karena nafsu, emosi atau terpaksa. KELIMA, ini yang paling penting,serahkan dalam Tangan TUHAN sebagai penentu hidup dan masa depan anda berdua.
    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA

    Minggu, 07 Februari 2010

    Apakah anda telah merasa cukup sukses dalam hidup ini? Kalau ya, seberapa sukseskah anda? Definisi sukses sendiri tentu berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Ada orang yang definisi suksesnya adalah jika bisa hidup layak, punya satu rumah yang sederhana, bisa menyekolahkan anak, dan menghidupi keluarga. Ada orang lain yang definisi suksesnya adalah jika bisa punya rumah gedongan, tabungan bermilyar rupiah di bank, mobil lebih dari satu, punya apartemen, dan bisa bepergian beberapa kali ke luar negeri dalam satu tahun. Ada juga tipe orang yang merasa sukses jika bisa populer dan dikenal banyak orang. Tidak ada yang salah dengan keinginan tiap orang yang berbeda untuk sukses tersebut. Hanya saja, banyak orang yang salah mempersepsikan antara survive dengan sukses. Kalau begitu, apa bedanya antara survive dengan sukses?

    Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power pernah mengatakan, bahwa pada dasarnya tujuan hidup setiap orang hanya dua, yaitu Moving Away (menghindari sesuatu) dan Moving Toward Something (menuju sesuatu). Orang yang mempunyai tujuan hidup moving away, biasanya jika ditanya apa definisi suksesnya, kebanyakan akan menjawab dengan hal-hal yang TIDAK diinginkannya dalam hidup, misalnya tidak mau miskin, tidak mau menderita, tidak mau susah, tidak mau mengambil resiko, dan lain-lain. Lain lagi dengan orang yang tujuan hidupnya adalah moving toward something. Orang-orang jenis ini jika ditanya tujuan hidupnya, mereka akan menjawab dengan hal-hal yang mereka INGINKAN dalam hidup, misalnya mau kaya, mau hidup senang, mau menjadi direktur, dan sebagainya.

    Nah, andaikan kita misalkan bahwa kehidupan itu adalah suatu urutan bilangan dari satu, dua dan tiga. Dan misalkan pula semua manusia saat dilahirkan berada di titik satu. Orang yang mempunyai tujuan hidup moving away dalam hidupnya hanya akan berjuang hingga ke titik dua. Mengapa? Karena sampai disitu saja tujuan hidup mereka telah tercapai, yaitu mereka telah berhasil mengatasi hal-hal yang tidak mereka inginkan dalam hidupnya. Dari sisi finansial biasanya mereka hidup dalam level yang standar, tidak terlalu kaya, tidak terlalu miskin. Secara umum dapat dikatakan bahwa kehidupan mereka adalah CUKUP. Namun, jika ditanya lebih mendetail kepada mereka, apakah mereka PUAS dengan kehidupan seperti itu, kebanyakan menjawab TIDAK. Tapi karena mereka mempunyai prinsip dasar moving away, mereka tidak mempunyai keberanian lebih untuk melangkah ke titik tiga. Mereka takut untuk mengambil resiko. Dan karena prinsip moving away ini sudah mendarah daging di diri mereka, maka merekapun mulai mencari-cari alasan (excuse) agar tidak perlu melangkah ke titik tiga, dan berusaha menghibur diri dengan mengatakan berbagai hal yang mengatakan bahwa titik dua inipun sudah cukup bagus, mengingat mereka dahulu berangkat dari titik satu. Orang-orang yang berada di titik dua ini adalah mereka yang termasuk golongan orang yang survive. Dari satu survey yang pernah dilakukan oleh Robert Kiyosaki, dikatakan bahwa 65% orang di dunia hidup dalam keadaan menderita (titik satu), 32% berada dalam tahap survive (titik dua), dan hanya sekitar 3% orang yang berada dalam tahap sukses (titik tiga).

    Titik ketiga ini adalah dambaan semua orang di dunia ini. Tapi tidak semua orang berani menuju kesana, bahkan mereka yang tujuan hidupnya moving toward something sekalipun, ada yang dalam prosesnya tidak berani melakukannya dan hanya menjadi sekedar angan-angan kosong. Mengapa? Karena untuk menuju kesana ada hal-hal yang harus dilakukan dan tidak semua orang mau, yaitu BERANI MENANGGUNG RESIKO, BERANI GAGAL, dan KERJA KERAS. Itulah mengapa jumlah orang yang berada di titik ketiga ini di dunia ini jumlahnya hanya tiga persen!

    Tidak perlu berkecil hati apabila anda saat ini anda masih berada di titik satu atau dua, sejauh anda masih punya KEINGINAN dan TINDAKAN untuk berubah menjadi lebih baik. Ada beberapa hal yang harus anda lakukan:

    1.UBAHLAH CARA BERPIKIR ANDA dari moving away menuju moving toward something. Tumbuhkan passion (keinginan yang berkobar-kobar) dengan memberikan emosi pada tujuan tersebut.

    2.Ambil role model/tokoh idola dari bidang yang anda tekuni, yang menurut anda telah sukses dan berada di titik ketiga. Dengan meniru langkah orang sukses, setidaknya anda mempunyai arah yang tepat menuju kesuksesan.

    3.DUPLIKASIKAN apa yang telah dilakukan oleh role model anda sedetail mungkin. Duplikasi disini bukan hanya sekedar tindakan dalam pekerjaan, tapi juga segala sesuatu yang dilakukan oleh role model tersebut, mungkin buku yang mereka baca, orang-orang dimana mereka berasosiasi, cara mereka berpikir, dan sebagainya.

    4.Berani menanggung resiko yang berupa kegagalan. BUKAN GAGALNYA YANG MEMBERI ARTI DALAM HIDUP KITA, TAPI BAGAIMANA KITA MEMPERSEPSIKAN KEGAGALAN TERSEBUT YANG MEMBUAT PERBEDAAN DALAM HIDUP KITA.

    5.Jangan pernah, dan jangan pernah sekalipun BERHENTI sebelum anda mencapai sukses. Kehidupan akan terus berjalan, apapun yang terjadi. Tapi PERBEDAAN KECIL YANG ANDA BUAT HARI INI, AKAN MEMBERI MAKNA YANG BERBEDA TERHADAP KEHIDUPAN ANDA SELANJUTNYA.

    Lakukan kerjanya dan dapatkan hasilnya.

    LIFE WILL NEVER BE THE SAME AGAIN !

    Rabu, 03 Februari 2010

    14 kebijakan untuk kebahagiaan

    1. Belajar tersenyum bila masalah datang.

    2. Tetap berpenampilan menarik meskipun dalam saat berpuasa.

    3. Tulus seperti merpati supaya jangan menipu, cerdik seperti ular supaya jangan ditipu (berhikmat).

    4. Boleh lupa dompet asal jangan lupa doa.

    5. Punyailah iman yang dapat melihat kesempatan dalam kesulitan dan bukan melihat kesulitan dalam kesempatan.

    6. Layanilah Tuhan dengan karunia yang Tuhan berikan, karena banyak yang mampu (melayani) tetapi tidak mau dan banyak yang mau tapi tidak mampu.

    7. Jadikan persembahan saudara menjadi penyembahan dan bukan penyesalan.

    8. Layanilah Tuhan dengan sukacita dan bukan dengan suka-suka.

    9. Pilihlah makanan saudara sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan.

    10. Jadilah Kristen/kristiani yang kritis tetapi jangan penuh kritik.

    11. Lebih baik engkau berdiam dan dikira orang bodoh daripada banyak bicara dan membuktikan engkau bodoh (Ams. 17 : 28).

    12. Jadikanlah Alkitab sebagai "Obat Kuat" dan bukan "Obat Tidur".

    13. Lakukanlah yang benar, bukan apa yang kamu rasa benar.

    14. Terimalah orang lain apa adanya, bukan "ada apanya".

    Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
    Tuhan berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

    Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
    Tuhan berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

    Ya Tuhan beri aku kesabaran.
    Tuhan berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

    Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
    Tuhan berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri.”

    Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
    Tuhan berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.”

    Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
    Tuhan berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

    Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
    Tuhan berkata… “Akhirnya kau mengerti !


    Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
    Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali — orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.
    Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

    Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.

    Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

    Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es.

    Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

    Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini. Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
    Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan terus berdoa...


    .nb:Ya Tuhan karna kecongkakan hati, aku melupakanMU, namun Kau tetap mnyayangiku, tolonglah aku agar aku tidak layu dan mati, Amin

    Senin, 01 Februari 2010

    try your best

    Saat kau berhadapan dgn orang2 yg tdk beretika, egois dan sombong, tetaplah mengasihi mereka

    Saat kau difitnah bhw kebaikanmu mengandung maksud terselubung, tetaplah berbuat baik

    Saat kau sukses, kau akan memenangkan kawan dan lawanmu; org lain mungkin akan iri hati, tetaplah pertahankan kesuksesanmu

    Saat kau berkata jujur dan terus terang, kau akan dihormati sekaligus rentan thd bahaya; beberapa org mungkin akan mempolitisir perkataanmu, tapi tetaplah berkata jujur dan terus terang

    Saat kau berbuat baik pada hari ini, beberapa org akan melupakannya pada esok hari; tetaplah berbuat baik

    Saat kau menunjukkan dirimu sbg org besar dgn pemikiran besar, jgn terkejut krn kau akan ditentang oleh org2 kecil dgn pikiran tertutupnya; tetaplah berpikir besar

    Saat kau melihat org lain ingin menghancurkan sesuatu yg kau bangun bertahun2, tetaplah bertahan dan terus membangun

    Saat kau membubung tinggi spt rajawali, kau akan memikat para pemburu, sadar dan berjaga2lah; tetaplah membubung tinggi ke angkasa

    LAKUKANLAH HAL YG BENAR DAN KAU AKAN MENARIK BYK ORANG DAN MENGEJUTKAN SELEBIHNYA

    GBU and family always, my sisters and brothers!

    Sabtu, 09 Januari 2010

    APA kita sadar

    Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.

    Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

    Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

    Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita Cuma diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

    Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.

    god bless all

    Selasa, 29 Desember 2009

    bersyukurlah

    Apakah Anda menderita kehilangan baru-baru ini?
    Pekerjaan? Suatu hubungan? Barang-barang dicuri dari Anda?

    Banyak teman saya kehilangan banyak hal dalam banjir baru-baru ini.
    Teman saya kehilangan rumah. Teman saya kehilangan bisnis. Dengan air mata, bibiku berkata, "Aku kehilangan semua barang-barang yang telah terkumpul selama 50 tahun dalam hidupku!" Beberapa teman mengatakan kepada saya bahwa apa yang paling menyakitkan adalah kehilangan semua foto-kenangan seumur hidup .

    Teman, aku punya pesan untuk Anda hari ini: Percayalah bahwa setiap badai akan berakhir. Dan setelah badai, pagi baru dimulai.

    Ingat bahwa setiap kehilangan adalah sementara.

    Jika Anda kehilangan orang yang dicintai, kehilangan itu hanya sementara. Di surga, Anda akan melihat kekasih Anda lagi dan reuni Anda akan berlangsung selamanya.

    Jika Anda kehilangan foto, percaya bahwa di surga, Allah akan memberi kembali kepada Anda salinan DVD dari semua kenangan manis yang telah Anda miliki dalam hidup Anda. (Saya tidak yakin versi video apa yang mereka gunakan di sana, tapi saya yakin itu akan menjadi yang paling modern. Mungkin itu berupa virtual video!)

    Jika Anda kehilangan hal-hal material atau peluang atau hubungan, percaya bahwa Allah sedang menciptakan ruang bagi sesuatu yang lebih baik untuk menghampiri Anda.

    Bagaimana hal ini akan menjadi "lebih baik" ?
    Mulai bersyukur.
    Ini bukan kesalahan ketik.
    Di tengah kehilangan Anda, bersyukur.

    Aku tahu kau akan mengeluh, "Bagaimana bisa bersyukur! Aku kehilangan setengah hidupku! "
    Yah, bersyukur atas setengah yang lain yang Anda masih miliki.
    Jangan berfokus pada apa yang hilang, berfokuslah pada apa yang masih Anda punyai.
    Anda punya banyak sekali hal-hal yang baik !
    Katakanlah ini bersama-sama dengan saya, "Aku sangat diberkati untuk bisa menjadi stres." (Bukan asli dari saya. Saya dapatkan dari stiker.)

    Mengapa bersyukur?

    Karena Anda akan menarik hal-hal yang Anda fokuskan. Aku sudah mengatakan sebelumnya berkali-kali, tapi aku akan terus mengatakan hal itu sampai Allah memanggilku pulang. Karena hal tersebut sangat memiliki kekuatan.

    Ketika Anda bersyukur, Anda akan menarik lebih banyak berkat dari apa yang Anda syukuri. Syukur adalah magnet berkat.

    Tuhan memberkati.

    Sabtu, 26 Desember 2009

    Anda pernah naik angkot? Apa yang Anda rasakan ketika sang supir ngetem (berhenti sampai angkot penuh diisi oleh penumpang)?! Mungkin jengkel karena sang supir tidak melaju untuk membawa Anda ke tempat tujuan dengan segera.
    Saat naik angkot, ada satu hal indah namun nyata yang saya pelajari, bila sang supir terus menengok ke belakang, maka mobil itu tidak akan pernah maju. Jika maju pun, paling hanya sedikit-sedikit, tidak mungkin maksimal. Kalau sang supir melaju sambil menoleh ke belakang, maka pasti tabrakan yang bakal terjadi.
    Apa arti dari semua ilustrasi di atas? Sama seperti saat kita menghadapi kehidupan kita sendiri. Seorang bijak yang tak diketahui namanya pernah mengatakan, jika Anda tetap menoleh ke belakang (masa lalu), maka Anda telah membakar jembatan yang akan membawa Anda ke masa depan.
    Sebut saja satu kegunaan kenapa masa lalu harus diingat? Maka jawabnya tidak ada. Entahkah itu kenangan manis, entah kenangan pahit, hal itu tetap ada di masa lalu.
    Tak peduli seberapa indah kenangan yang terjadi di masa lalu, hal itu tetap terjadi di masa lalu. Saat itu Anda mungkin dipuja-puja, namun bagaimana dengan sekarang? Apakah Anda masih tetap dipuja-puja?! Jika saat itu Anda mengalami kejayaan yang besar, bagaimana dengan sekarang? Masa-masa kejayaan itu (bila pernah terjadi dan telah berlalu) tak dapat kembali lagi.
    Bila sepasang suami istri tetap mengungkit-ungkit kesalahan-kesalahan masa lalu dalam kehidupan rumah tangga mereka, maka dapat dipastikan rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
    Oleh karena itu, jangan sampai hal-hal di masa lalu mengikat langkah kita untuk tetap berada di sana. Terimalah kenyataan bahwa hidup ini terus berjalan dan Anda takkan pernah bisa kembali ke masa lalu.
    Bagi Anda yang memiliki masa lalu yang manis, Anda dapat tetap memiliki masa sekarang dan masa depan yang manis, jika Anda hidup secara maksimal untuk HARI INI.
    Bagi Anda yang mungkin memiliki banyak kenangan pahit di masa lalu, ada baiknya Anda melepaskan semua kepahitan itu. Maafkanlah! Mintalah maaf! Beri kesempatan bagi orang lain! Perbaikilah sikap ketika Anda mendapat kesempatan lagi!
    Tinggalkan masa lalu! Jangan menoleh ke belakang! Tetapkan pikiran dan fokus Anda untuk menghadapi HARI INI! Latihlah diri Anda untuk terus melaju. Belajarlah dari kesalahan yang pernah terjadi.
    Jika Anda tetap hidup dalam rongrongan masa lalu yang buruk, maka Anda sedang menghancurkan masa depan Anda sendiri dan pastinya, Anda tidak mungkin bisa menikmati masa sekarang dengan baik.
    Pilihan ada di tangan Anda!
    If you look the past, you burn the bridge to the future (Unknown)

    Kamis, 24 Desember 2009

    Dimanapun kita berada, maka disitulah tempat terbaik kita..!
    Seringkali kita merasa terkungkung dengan lingkungan dimana kita berada.
    Tidak jarang orang berpikir dan merasa bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk bisa meraih sukses.

    Misalnya mereka yang hidup di daerah terpencil, merasa susah, dan jauh untuk mendapat sentuhan teknologi, atau menerima informasi terbaru dengan cepat. Hingga berpikir, begitu susahnya berjuang dan mengembangkan usaha.

    Sebaliknya, mereka yang hidup di kota besar berpikir betapa sesaknya dunia. Begitu ketatnya tingkat persaingan hidup. Dimana pun berada, saling sikut, saling senggol, saling tendang. Hingga akhirnya memutuskan, memang susah untuk menjadi yang terdepan.

    Dalam berjuang segala sesuatunya memang seringkali tidak sesuai keinginan kita.
    Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.

    Padahal sesungguhnya, dimanapun kita berada, pahami bahwa ITULAH tempat terbaik kita. Tempat dimana kita hidup, tempat di mana kita memperjuangkan apapun yang kita inginkan.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak...

    1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa tempat lain adalah lebih baik, maka sampai kapan kita akan mulai berjuang?
    2. Jika kita selalu saja menunggu datangnya kesempatan emas di tempat lain, berapa banyak waktu yang terbuang, hanya sekadar untuk menunggunya?
    3. Jika kita selalu saja menunda apapun yang bisa kita lakukan di tempat kita berada sekarang, maka berapa banyak kesempatan yang terbuang percuma?

    Dan masih banyak lagi hal yang perlu kita renungkan..!

    Karenanya, jika saja kita mau berpikir bahwa inilah tempat terbaik kita, maka kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!

    Kita semua memiliki kesempatan emas untuk menjadi besar & benar dimana saja... asal, kita mau memperjuangkannya!

    SELAMAT BERJUANG...

    Kamis, 17 Desember 2009

    “Setiap perubahan, meskipun untuk menuju hal yang lebih baik, selalu diiringi oleh keberatan dan kegelisahan.” Arnold Bennett (1867-1931), pujangga dan novelis asal Inggris

    Pengalaman pahit menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan kita, misalnya tidak dihargai, dilecehkan, difitnah, disakiti, gagal, dan lain sebagainya. Namun pengalaman terpahit sekalipun dapat menjadi titik tolak mencapai puncak kejayaan dan kebahagiaan jika kita memiliki kekuatan memperbaiki diri terus menerus. Alangkah besar keuntungan yang dapat kita peroleh jika kita mampu membuka kunci kekuatan tersebut.

    Salah satu manfaat jika kita selalu memperbaiki diri adalah mampu mengantisipasi kejadian buruk menimpa kita. Bukankah lebih menguntungkan seandainya kita terus mencoba mengurangi kebiasaan makan berlebih sebelum obesitas, berhenti merokok sebelum terserang sakit stroke, atau kebiasaan buruk lainnya sebelum sakit, dibenci orang dan bangkrut? Dengan terus memperbaiki diri, keadaan kita sudah siap atau bahkan lebih baik, ketika muncul sinyal segala sesuatu menjadi sulit.

    Kekuatan memperbaiki diri akan membantu kita menyesuaikan diri dengan perubahan terkecil sekalipun, sehingga tidak sampai terjerembab dalam kesulitan yang lebih besar. Ibaratnya, seekor katak mungkin langsung melompat keluar jika dimasukkan kedalam air panas. Tetapi mungkin ia akan terjebak dalam tungku air dan mati terbunuh jika perubahan suhu dalam air naik perlahan sampai di titik didih. Artinya, kita tidak akan tergilas oleh perubahan yang terus berlangsung jika kita terus memperbaiki diri.

    Memperbaiki diri akan memberi kita rasa percaya diri dan nyaman dengan keadaan diri sendiri. Mungkin bila kita melihat seorang pengusaha muda atau artis sukses berharap dapat bertukar posisi dengannya. Padahal belum tentu mereka merasa nyaman dengan keadaan mereka sendiri. Artinya kita tidak akan menderita karena kekurangan zat kepercayaan diri dan harapan, jika mempunyai kekuatan atau usaha memperbaiki diri terus menerus.

    Di dalam kehidupan ini kita akan terus mengalami naik dan turun. Namun setiap perubahan itu akan terasa menyakitkan jika kita mengabaikan keharusan untuk terus berbenah. Walaupun kemampuan memperbaiki diri sulit dimiliki, tetapi beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu kita membuka kunci kekuatan perbaikan diri.

    Pertama adalah milikilah cita-cita dan komitmen untuk mencapainya, sebab cita-cita akan menjadi daya atau semangat juang Anda. Sehingga Anda tidak segan memperbaiki kemampuan dan pengetahuan untuk dapat meraih cita-cita tersebut. Hidup tanpa visi laksana berlayar tanpa tujuan, terasa hampa dan hidup ini sama sekali tak berguna

    Sementara itu Anda juga harus yakin pada visi Anda. Mengutip kata Pablo Picasso, seorang pelukis asal Spanyol, “Sesuatu yang dapat kamu bayangkan adalah nyata.” Sehingga bila Anda yakin, maka Anda tidak mudah menyerah melakukan tindakan-tindakan positif agar visi Anda segera tercapai, misalnya; ingin langsing dengan rajin olah raga, ingin pintar dengan rajin membaca, ingin lebih dermawan dan dicintai banyak orang dengan membantu lebih banyak sesama, ingin lebih sukses dengan berusaha lebih keras dan lain sebagainya.

    Syarat lain untuk dapat membuka kunci perbaikan diri adalah kegigihan. Jadi jangan mudah menyerah ketika menghadapi banyak tantangan atau selalu menghadapi kegagalan. Kegigihan akan mendorong Anda untuk memperbaiki diri terus menerus. Seiring dengan kualitas personal dan profesional Anda yang lebih baik, maka suatu saat tujuan Anda pasti tercapai.

    Kunci kekuatan memperbaiki diri adalah mencintai diri sendiri, sebab masing-masing diantara kita pasti memiliki kelebihan. Disamping itu masing-masing diantara kita juga memiliki keunikan tersendiri, sebab tidak seorangpun di dunia ini yang sama persis segala-galanya. Lupakanlah keinginan untuk menjadi orang lain, dengan meningkatkan kualitas, kemampuan, dan kebaikan. Dengan begitu, kekurangan kita tak akan lebih menonjol dibandingkan prestasi, kontribusi, dan kemampuan yang kita miliki.

    Masih banyak lagi cara untuk membuka kunci kekuatan perbaikan diri. Namun yang terpenting adalah motivasilah diri Anda untuk terus melakukan perbaikan, sebab perubahan besar akan selalu berawal dari dalam diri sendiri. Ketika Anda sudah menikmati setiap proses memperbaiki diri, berarti Anda juga telah memiliki kemampuan menjadikan segala sesuatu indah, membanggakan, dan membahagiakan.

     

    TV Channel

    google translate

    chat disini aja yuk ^^