Rabu, 04 Agustus 2010
KENCING MANIS (diabetes mellitus), timbul karena tubuh tidak bisa menghasilkan
hormon insulin yang cukup sehingga gula dalam darah tidak bisa diubah menjadi
glikogen yang bisa disimpan dalam otot atau jaringan hati.
Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat dan ginjal tidak mampu menyerap gula ini
kembali sehingga gula darah lolos melalui saringan dan keluar bersama air seni.
Gejala yang umum diderita oleh penderita kencing manis di antaranya cepat lelah,
selalu merasa haus dan lapar, serta jika mengalami luka akan susah sekali sembuhnya.
Di bawah ini diuraikan beberapa resep ramuan tradisional yang dapat digunakan sebagai
alternatif untuk mengobati kencing manis.
1. BUNGUR
Bungur (lagerstromia speciosa) adalah tanaman berbentuk pohon
yang tingginya mencapai 5-25 m.
Batangnya umumnya bengkok, demikian juga dengan percabangan-nya.
Daunnya berbentuk jorong dengan panjang 24 cm dan lebarnya 12 cm.
Bunganya berbentuk malai yang panjangnya mencapai 40 cm, berwarna ungu.
Umumnya, tanaman ini banyak dijumpai sebagai peneduh jalan.
Selain jenis di atas, ada pula bungur yang bunganya merah muda,
yaitu jenis lagerstromia indica.
Daun dan buah bungur mengandung plantisul, yaitu zat yang aktivitasnya seperti insulin.
Menurut hasil penelitian, daun bungur yang sudah tua sebanyak 20 g.
Jika direbus dalam 100 ml air selama 45 menit dan diminum,
memiliki kekuatan 6-6,7 unit insulin.
Sebenarnya, seluruh bagian tanaman bu-ngur bisa digunakan untuk obat kencing manis,
tetapi yang terbaik adalah daunnya yang sudah tua.
Cara membuat ramuan :
Siapkan 30 g daun bungur tua yang masih segar dari jenis bungur yang berbunga ungu,
lalu direbus dalam 150 ml air selama kurang lebih 1 jam.
Air rebusannya itu kemudian dibagi tiga untuk diminum
tiga kali sehari masing-masing 50 ml.
Meminumnya sebaiknya sete-ngah atau satu jam sebelum makan.
Ini dilakukan tiap hari sampai penyakit kencing manisnya sembuh.
2. SALAM
Salam (eugenia polyantha). Adalah tanaman berupa pohon
yang tingginya mencapai 25 m.
Tumbuhan dari suku myrtaceace ini tersebar mulai dari Burma sampai dengan Pulau Jawa.
Di daerah Jawa, tanaman ini sering disebut manting.
Di daerah Madura dan Sunda, disebut salam,
sedangkan di Sumatera disebut meselengan.
Daun tumbuhan ini berbentuk lonjong, berbau sedap jika diremas sehingga
banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan.
Buahnya berbentuk bulat dan berwarna merah jika sudah tua.
Cara membuat ramuan :
Daun salam sebanyak 75-100 gr direbus dalam tiga gelas air
hingga tinggal setengahnya. Air rebusannya kemudian didinginkan dan disaring,
lalu diminum tiga kali sehari masing-masing setengah gelas.
Hari berikutnya, daun salam yang telah direbus itu ditambah air sama banyak,
direbus lagi sampai tinggal setengahnya.
Air rebusannya di-minum lagi dengan cara yang sama.
Hari ketiga, daun salamnya diganti dengan yang baru, lalu direbus lagi,
dan diminum kembali seperti cara tersebut di atas.
Hal itu dilakukan sampai kadar gula dalam darah kembali normal.
3. JUWET ATAU JAMBLANG
Tanaman juwet atau jamblang ( syzygium cumini )
Berupa pohon yang batangnya bergaris tengah 60 cm dan tingginya bisa mencapai 15 m.
Buah juwet berwarna biru keungu-unguan (juwet biasa) atau hitam (juwet ireng2).
Di samping yang berbuah biru dan hitam tersebut,
ada pula varietas yang buahnya berwarna ungu (juwet daging),
bahkan ada pula yang berwarna putih (juwet bawang).
Biji juwet mampu menyembuhkan gejala “lama sekali sembuhnya luka”. Diduga,
glukosida phytomelin dalam biji juwet mampu mengurangi
kerapuhan pembuluh-pembuluh darah kapiler sehingga luka-luka yang ada bisa cepat sembuh.
Selain itu, biji juwet juga mampu mengatasi gejala mudah lelah dan kurang tenaga.
Diduga, alfa-phytosterol dalam biji itu,
yaitu sejenis sterol yang bersifat anticholesteremik,
mampu mencegah kelebihan kolesterol.
Kadar glukosa yang tinggi dalam darah penderita kencing manis,
membuat kadar kolesterol yang masih rendah saja sudah seperti kondisi parah.
Seolah-olah darah itu sudah kebanyakan kolesterol sehingga tugas darah terganggu.
Akibatnya, pembangkitan tenaga hasil oksidasi zat makanan menjadi energi akan macet,
berkuranglah tenaga dan penderita akan merasa lesu.
Cara membuat ramuan :
Sebuah biji juwet bawang atau 15 biji juwet biasa ditumbuk halus,
lalu direbus dalam dua gelas air.
Air rebusan ini diminum sedikit-sedikit
dan jumlah yang ada harus dihabiskan sepanjang hari.
Bisa diangsur dengan minum tiga kali sehari, boleh juga dua kali sehari.
Pemberian jamu ini mungkin diperlukan 2-3 hari.
Pengobatan dihentikan kalau badan sudah merasa segar,
tidak lesu, dan kekurangan tenaga lagi.
Perlu diketahui bahwa biji juwet hanya mengobati gejala kencing manis,
sedangkan kekurangan insulin yang menjadi penyebab utama penyakit ini
tidak bisa diatasi biji juwet sehingga di samping meminum ramuan biji juwet ini,
penderita kencing manis juga harus mengurangi makan makanan berkarbohidrat tinggi.
Jika produksi hormon insulin oleh tubuh sudah normal kembali,
jamu juwet dan diet karbohidrat bisa dihentikan.
4. PARE ATAU PARIA
Pare (momordica charantia) termasuk golongan sayuran buah.
Pare termasuk tumbuhan merambat yang memerlukan
penopang para-para atau tumbuhan lain sehingga tanaman ini
memiliki alat penopang yang berbentuk pilin.
Ada tiga jenis pare yang biasa ditanam orang yaitu pare putih, pare hijau, dan pare ular.
Pare putih buahnya besar, berbentuk bulat panjang, warnanya putih,
dengan permukaan kulit buah yang berbintil-bintil besar.
Pare hijau berukuran lebih kecil, berbentuk lonjong, dan permukaan kulitnya berbintil-bintil halus.
Sedangkan pare ular berukuran sekira 60 cm panjangnya, berbentuk bulat,
berwarna hijau dengan belang-belang putih mirip kulit ular.
Permukaan kulitnya halus, tidak ada bintil-bintilnya.
Sama halnya dengan juwet, pare ini hanya mengobati penderita kencing manis
yang masih dalam tahap ringan dan penyembuhannya tidak bergantung pada suntikan insulin.
Biasanya, penderita pada tingkat ini masih memiliki kelenjar pankreas
yang masih bisa menghasilkan hormon insulin. Diduga zat yang dapat menurunkan kadar gula darah
dalam buah pare ini adalah sejenis glukosida, yaitu momordisin.
Cara membuat ramuan :
Buah pare diparut atau dihaluskan, lalu diambil ekstrak perasan buahnya.
Perasan ini diminum tiga kali sehari sampai kadar gula darah kembali normal.
5. UBI JALAR
Ubi jalar ( ipomea batatas ) yang umbinya merah, menurut hasil penelitian,
mampu menggantikan 6,76-06 unit insulin.
Penderita kencing manis dapat mengonsumsi 300 gr pucuk daun ubi jalar setiap hari
sebagai lalapan. Akan tetapi, untuk penderita kencing manis yang memiliki juga sakit mag,
sebaiknya jangan memilih resep daun ubi jalar ini.
Pilih saja resep dari buah pare, biji juwet, atau dari daun bungur.
BUNCIS
Kencing manis atau diabetes melitus, dapat dicoba dengan "obat" yang murah meriah, yaitu "Buncis". Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati penyakit diabetes melitus. Sayur buncis dimakan secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Asal pengolahannya tidak sembarangan. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng, dengan tambahan daging, tentunya sama saja.
Atau dengan kulit semangka bagian putihnya saja diambil (tanpa yang merah). dijus, diperas lalu diminum pagi siang malam. Ukuran bebas sebatas kemampuan munum.
Sarannya tentu, jangan berlebihan makan nasi, gula dan yang manis-manis.
Label: ilmu, pertolongan yang benar
Kamis, 29 Juli 2010
Mengenal Lebih Dekat Hepatitis
JAKARTA, KOMPAS.com - Puncak peringatan Hari Hepatitis Dunia akan dilakukan pada Rabu, 28 Juli 2010. Peringatan ini sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan yang diluncurkan oleh World Hepatitis Alliance sejak 2008. Apa yang sebaiknya kita ketahui?
Hepatitis berarti radang hati dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebab hepatitis kronis yang paling umum adalah infeksi virus. Hepatitis B dan C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan virus hepatitis C.
Kedua virus itu secara bersama-sama telah dilaporkan membunuh sekitar 1 juta orang setahun di seluruh dunia, hampir 500 juta orang saat ini terinfeksi hepatitis B atau C kronis, serta 1 dari 3 orang telah terkena salah satu atau kedua virus tersebut. Tidak seperti hepatitis C, hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi yang efektif.
Hepatitis B adalah infeksi hati yang berpotensi mengancam jiwa dan disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB).
Penyakit ini merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia dan jenis yang paling serius dari hepatitis virus, yang mengenai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan hepatitis C. Penderita yang menjadi kronis terinfeksi dengan VHB berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami sirosis hati dan kanker hati.
Empat cara utama penularan HBV adalah kontak seksual, transmisi parenteral dari ibu ke bayi saat lahir (melalui kulit atau melalui pembuluh darah), dan melalui cairan tubuh yang terinfeksi.
Di seluruh dunia, sekitar 2 miliar orang diperkirakan telah terinfeksi virus hepatitis B dan lebih dari 350 juta telah menjadi infeksi hati kronis.
Sebuah vaksin untuk melawan hepatitis B telah tersedia sejak 1982, telah diberikan kepada hampir semua bayi, dan dimasukkan ke dalam program imunisasi nasional di banyak negara, termasuk di Indonesia. Vaksin hepatitis B mencapai tingkat efektivitas 95 persen dalam mencegah infeksi kronis VHB sehingga dianggap sebagai vaksin pertama untuk melawan penyakit kanker.
Hepatitis B seri imunisasi primer terdiri dari tiga dosis vaksin dengan dosis pertama diberikan secepat mungkin setelah bayi lahir.
Sampai akhir 2009, 46 negara di Eropa telah melaksanakan imunisasi hepatitis B universal dengan 29 negara menerapkan imunisasi universal bayi yang baru lahir, 15 negara menerapkan imunisasi bayi pada usia 2-3 bulan, 3 negara menerapkan pada anak-anak dan remaja, serta 6 negara menerapkan vaksinasi untuk orang dewasa dengan risiko tinggi oleh karena perilaku seksual dan pengguna narkoba suntik.
Yang kronis dan akut
Virus hepatitis C (VHC) merupakan penyebab utama dari hepatitis akut dan penyakit hati kronis.
Secara global, 130-170 juta orang diperkirakan terinfeksi dengan VHC kronis dan 3-4 juta yang baru terinfeksi setiap tahun. VHC menular terutama melalui kontak langsung dengan darah manusia dan terutama ditularkan secara parenteral dan vertikal dari ibu ke anak.
Penyebab utama dari infeksi VHC di seluruh dunia adalah penggunaan transfusi darah tanpa diskrining ketat, penggunaan kembali jarum atau jarum suntik yang tidak disterilkan secara memadai.
Berbagi jarum, jarum suntik dan perlengkapan medis oleh pengguna narkoba suntikan merupakan kontribusi infeksi yang signifikan, terutama di Eropa.
Hepatitis C kronis menyebabkan risiko lebih tinggi terjadinya sirosis dan kanker hati. Saat ini belum ada vaksin terhadap VHC yang tersedia.
Beberapa tindakan pencegahan yang efektif, termasuk skrining, tes darah, dan donor organ yang lebih ketat, penggunaan produk plasma darah yang diperketat, pengendalian infeksi yang lebih baik dan praktik injeksi yang aman dalam perawatan pasien di rumah sakit.
Kampanye
Pada 2008, World Hepatitis Alliance meluncurkan kampanye peningkatan kesadaran global dengan tema program ”Am I No 12?”.
Kampanye ini memiliki pesan sederhana dan dirancang untuk mengomunikasikan fakta bahwa satu dari 12 orang di seluruh dunia hidup dengan virus hepatitis B atau C. Dengan demikian, prevalensi hepatitis adalah jauh lebih tinggi daripada HIV atau kanker apa pun.
Hal tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong orang mempertanyakan diri sendiri, apakah dirinya termasuk salah satu dari 12 orang yang terkena. Dengan mempertanyakan diri ini, bukan oleh orang lain yang terkesan mencela, pada umumnya akan lebih berhasil guna dan jika gejalanya sesuai, diharapkan segera menjalani pemeriksaan medis dengan sukarela.
Kampanye tersebut telah sukses besar dan pada 2010, World Hepatitis Alliance meluncurkan tema kampanye baru, ”This is hepatitis&hellip”. Kampanye ini untuk pertama kali mengungkapkan kisah penyebaran virus hepatitis yang sebenarnya dan justru disampaikan oleh orang yang paling dekat dengan orang yang terkena penyakit tersebut.
Inisiatif kampanye ini dipimpin sepenuhnya oleh para pasien hepatitis itu sendiri yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap bahaya hepatitis B dan hepatitis C.
Tujuan jangka panjang dari kampanye ini adalah untuk mencegah terjadinya infeksi baru dan untuk meningkatkan kualitas hidup para pasien yang terpaksa harus hidup dengan hepatitis B dan C.
Dengan peringatan Hari Hepatitis Dunia tahun ini, diharapkan perhatian semua pihak akan bahaya dan perhatian akan pencegahan untuk hepatitis dapat terus ditingkatkan. Semoga para penderita hepatitis kronis tetap dapat mengisi dan menikmati hari-harinya meski penuh dengan banyak keterbatasan.
FX WIKAN INDRARTO Dokter Spesialis Anak di RS Bethesda, Yogyakarta
Label: pertolongan yang benar
Selasa, 25 Mei 2010
By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti - Selasa, 18 Mei
VIVAnews - Jangan biarkan kulit memerah atau muncul bentol akibat terkena gigitan nyamuk atau serangga lain. Untuk melindungi kulit dari gigitan serangga, tak perlu menggunakan obat mahal. Anda bisa menyiasatinya dengan bahan alami, seperti dikutip dari shineyahoo.com:
Lidah buaya (aloe vera)
Gel dari daging lidah buaya adalah sebuah keajaiban topikal. Mengoleskannya pada kulit setelah diserang oleh gigitan nyamuk bisa membuat kulit terasa dingin, melembabkan dan membantu mempercepat penyembuhan. Selain gigitan nyamuk, lidah buaya juga ampuh untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Dengan olesan lidah buaya, kulit yang terpapar matahari tidak akan terbakar, justru akan lebih lembab.
Minyak serai wangi
Tidak mau diganggu dengan gigitan nyamuk, cobalah membakar batang serai dengan lilin dalam ruangan yang penuh nyamuk. Cara ini bisa menghalau nyamuk. Atau, Anda bisa membeli minyak serai wangi di toko-toko ramuan herbal untuk olesan agar kulit Anda terlindungi dari serangan nyamuk.
Baking soda
Bukan rahasia lagi bahwa baking soda adalah salah satu ramuan serbaguna. Selain membersihkan dan menyerap bau, baking soda juga berguna untuk meredakan sakit akibat gigitan nyamuk atau sengatan lebah. Caranya, bersihkan luka, lalu oleskan air dan pasta baking soda ke daerah yang terkena gigitan. Hasinya, rasa nyeri akan perlahan mereda, dan luka akan lebih cepat sembuh. (umi)
Label: news, pertolongan yang benar
Rabu, 17 Maret 2010
( Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga )
Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE.
Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita , juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun.
Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DADURAT yang dapat berhasil 100%.
Sebagaimana diketahui , orang yang mendapat serangan STROKE , seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak.
Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja , maka pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit.
Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus tetap tenang.
Si penderita harus tetap berada di tempat semula dimana ia terjatuh
( Mis : di kamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja )
JANGAN DIPINDAHKAN !!!!
Sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan
pembuluh darah di otak.
Penderita harus di bantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi , dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan.
Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK , namun apabila tidak ada , maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai ~ dengan terlebih dahulu di-steril-kan dulu dengan cara di bakar diatas api ~
Setelah jarum steril, segera lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN.
Titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup di tusuk 1 KALI SAJA dengan harapan setiap jari mengeluarkan tetes darah.
Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara di PENCET apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari.
Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit , si penderita akan segera sadar kembali.
Bila mulut si penderita tampak Mencong / Tidak normal, maka
KEDUA DAUN TELINGA si penderita HARUS DITARIK - TARIK sampai berwarna kemerah-merahan.
Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga.
Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut si penderita akan kembali normal.
Setelah keadaan si penderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti , maka segera bawa si penderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Sebagai salah satu cara beramal bakti , sebaiknya e-mail ini di-sebarluas- kan kepada teman-teman , keluarga dan relasi-relasi serta masyarkat luas , sebab serangan stroke ini dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja.
Label: pertolongan yang benar
Senin, 15 Maret 2010
Saya sangat prihatin dengan kesehatan orang-orang,
khususnya wanita!.
Seorang teman saya baru saja ketahuan memiliki kista
dalam rahimnya,
sehingga dia langsung menjalani operasi. Kista yang
diambil berisi darah
yang berwarna hitam pekat. Dia pikir dia akan
sembuh setelah menjalani operasi, tetapi ternyata
tidak.
Hanya beberapa bulan setelah operasi ternyata tumbuh
kista lagi.
Dia kemudian menemui dokter Ginekologi untuk
berkonsultasi.
Saat konsultasi, dokternya menanyakan apakah teman
saya ini sering makan
chicken wings dan dia jawab ya, dia jadi tahu
kebiasaan makannya.
Seperti yang anda saksikan, pada jaman modern ini
ayam disuntik dengan
steroid agar cepat besar sehingga dapat memenuhi
kebutuhan pasar.
Kebutuhan ini tak lain adalah kebutuhan akan
makanan.
Biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher
atau sayap.
Oleh karena ini pada dua tempat inilah terdapat
konsentrasi steroid yang
paling tinggi.
Steroid inilah yang memberikan pengaruh pada tubuh
sehingga cepat
pertumbuhannya. Bahkan lebih bahayanya lagi efeknya
bagi hormone
wanita,membuat wanita lebih rentan untuk terkena
kista rahim.
Oleh karena hal itu, saya menyarankan untuk selalu
berhati-hati dengan yang
anda konsumsi terutama mengurangi makan chicken
wings.
Siapa saja yang membaca artikel ini, tolong lanjutkan
ke teman-teman lainnya
dan orang-orang tercinta anda. Saya yakin pasti tak
ada seorangpun yang
ingin melihat mereka menderita
Label: pertolongan yang benar
