Home | Looking for something?
  • Cerita
  • Edit
  • Sabtu, 05 Juni 2010

    Kembang api untuk Mari

     

    image

    Cerita Mari yang mengharukan, telah mengilustrasikan kasih dan saling percaya antara manusia dan binatang yang saling membantu saat mereka melewati cobaan. Kisah ini telah ditulis dalam media massa maupun disadur ke dalam sebuah buku cerita yang bergambar—Mari dari Desa Yamakosi dan Tiga Anaknya. Buku itu telah mendapat respon yang sangat luas di Jepang dan digunakan sebagai inspirasi yang besar bagi para korban bencana. Perusahaan yang menerbitkan isi buku itu menyumbangkan sebagian dari keuntungannya untuk rekonstruksi dan bantuan dana untuk wilayah yang terkena gempa pada tanggal 24 Oktober 2004. Buku itu juga dibagikan dengan gratis kepada anak-anak di desa Yamakoshi serta tiga belas kota yang berdekatan.

    Pada tanggal 2 Agustus 2005, para penduduk desa mengadakan pesta kembang api di kota pengungsiannya. Peristiwa ini secara tradisi diselenggarakan setiap tahun, dan perayaan tahun ini diberi nama ‘Kembang Api untuk Mari’. Para peserta dalam perayaaan itu mengharapkan supaya desa Yamakoshi dapat pulih secepat mungkin. Di tengah-tengah cahaya yang mempesona dan asap kembang api, senyum Mari yang bercahaya mengisi langit malam, membawa harapan dan semangat kepada para penonton.

     

    Setelah gempa bumi tanggal 23 Oktober 2004, Desa Yamakosi berada dalam keadaan rusak total dan terisolasi karena semua jalan-jalan setempat telah terputus. Dengan serentetan gempa susulan, telah menambah potensial bahaya tanah longsor. Pada tanggal 25 Oktober, semua penduduk desa diungsikan oleh helikopter ke pusat penginapan yang berjarak dekat. Dalam situasi ini, kakek itu terpaksa meninggalkan Mari karena pada waktu bencana alam, menyelamatkan nyawa manusia adalah prioritas yang utama. Ia meninggalkan semua makanan binatang untuk anjing kesayangannya, berdoa semoga ia dan anaknya akan selamat dan melepaskan tali pengikat lehernya. Kemudian, ia pun menaiki helikopter untuk berangkat. Dengan perasaan sedih ia meninggalkan anjing yang telah menyelamatkan hidupnya. Dengan perasaan bersalah ia berkata, “Saya sangat menyesal, Mari.” Ia merasa hancur ketika mendengar Mari melolong dengan kesedihan yang dalam.

    clip_image001

    Dengan berlalunya waktu, cadangan makanannya pun habis; Mari harus mencari makanan di desa yang ditinggalkan, menderita banyak cobaan karena ia berusaha untuk melindungi anak-anaknya yang masih kecil. Sementara itu sang kakek terus-menerus memikirkan keadaan anjingnya. Dengan kekhawatiran yang terus-menerus akhirnya ia jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Kemudian dua minggu setelah pengungsian, para penduduk desa Yamakosi diizinkan kembali untuk melihat desanya. Di antara yang kembali, terdapat anak laki-laki dari orang tua itu yang dengan segera mulai mencari Mari. Setelah mencari beberapa saat, pada akhirnya ia menemukan Mari yang jauh lebih kurus. Mari agak ragu saat namanya dipanggil, tetapi kemudian ia berlari menyongsong. Ia memegang Mari dan memeluknya dalam waktu yang lama. Mari tak mempunyai cukup makanan untuk dirinya, tetapi ia menyusui anaknya dan merawatnya sebaik yang dapat ia lakukan. Kebalikan dari ibunya yang kurus, tiga anak anjing itu terlihat gemuk dan sehat saat mereka tidur dengan manisnya di beranda. Anak laki-laki dari orang tua itu sangat senang ketika melihat anak anjing itu tumbuh dengan sehat.

    clip_image002

    Sebelum Desa Yamakosi dibangun kembali, orang-orang desa tinggal di perumahan darurat di kota yang tak jauh dari desa tersebut. Karena mendapat tugas dalam urusan periklanan untuk komite desa, anak laki-laki itu sangatlah sibuk, maka ia menitipkan Mari dan anak-anaknya ke dalam perawatan keluarga lain. Ketika sang kakek masih berada di rumah sakit, orang yang mengurus Mari membawanya untuk mengunjungi sang kakek. Demikianlah, setelah mengalami cobaan yang tak terhitung banyaknya, Mari dan orang tua itu akhirnya bersama kembali. Mari sangat gembira melihat orang tua itu, kesehatannya pun semakin membaik. Dengan bibir bergetar dan air mata yang berlinang ia berkata, “Terima kasih karena telah menyelamatkan hidup saya.”

    Kemudian pada bulan April 2005, sang kakek keluar dari rumah sakit dan tinggal bersama Mari dan anak laki-lakinya di sebuah apartemen. Pada waktu itu tiga anak anjing Mari telah diadopsi oleh keluarga lain dan tumbuh dengan sehat di rumah barunya. Sekarang ini, kakek dan keluarganya masih tinggal di apartemen, tetapi juga berharap dapat segera kembali ke desa Yamakoshi.

    Jumat, 04 Juni 2010

     

    image

    Kakek dari keluarga Mari sedang berada di rumah sendirian pada hari itu. Dia tinggal di lantai dua dan menderita suatu penyakit saraf yang membuatnya tidak bisa berdiri atau menaiki tangga tanpa bantuan orang lain. Setelah gempa, orang tua itu tidak dapat bergerak karena dia telah terperangkap di bawah lemari pakaian. Karena terputusnya arus listrik, ruangan menjadi gelap gulita. Ia pun merasa terpojok, putus asa dan berpikir bahwa ajalnya sudah tiba. Segera setelah itu Mari muncul di kamarnya yang terletak di lantai dua dan melihatnya dengan pandangan penuh semangat. Kakek tua itu sudah mulai tak sadarkan diri, tetapi ketika ia melihat Mari, ia kembali sadar meskipun masih tak dapat bergerak. Mari kemudian menjilatinya untuk memberinya semangat, kemudian berkali-kali turun tangga untuk melihat anaknya namun ia dengan cepat kembali ke kamar orang itu. Dia berkali-kali berlari bolak-balik meskipun telapak kakinya telah terluka oleh ujung tajam kaca dan serpihan porselen yang berserakan di lantai. Setiap perjalanan memberinya luka yang baru, tetapi Mari berusaha memberikan harapan baru ke dalam hati kakek tua itu. Saat melihat Mari, kakek tua itu berpikir, ”Saya harus hidup, saya tak boleh menyerah.” Akhirnya ia mendorong lemari itu dengan seluruh kekuatannya sehingga memungkinkan dirinya untuk bebas. Dengan dukungan semangat dari Mari, sang kakek pada akhirnya dapat menghabiskan waktu selama dua jam untuk menuruni tangga; itu merupakan suatu prestasi, karena sebelumnya ia tidak dapat menuruni tangga sedikit pun tanpa bantuan. Setelah mencapai lantai bawah, ia merasa sangat senang saat menemukan tiga ekor anak anjing itu selamat.

    Kamis, 03 Juni 2010

     

    image

    pada pagi hari tanggal 23 Oktober 2004, seekor anjing bernama Mari melahirkan tiga anak anjing di Desa Yamakosi, Niigata Prefectura, Jepang. Pada sore harinya, suatu gempa bumi yang sangat kuat mengguncang Niigata dan menghancurkan desa itu. Bencana ini telah menyebabkan semua rumah runtuh, termasuk rumah di mana Mari tinggal. Pada saat gempa bumi, anak-anak anjing yang baru lahir itu  terpisah jauh dari ibunya, dan karena matanya masih tertutup, mereka tidak bisa menemukan jalan untuk kembali ke sisinya. Selain itu, gerakannya dibatasi oleh tali kekang sehingga Mari tidak bisa meraih anaknya. Ia mencoba berulang kali untuk menarik lepas ikatannya, tetapi tidak berhasil. Kemudian, terjadi beberapa guncangan dan Mari bahkan berusaha lebih keras untuk melepaskan hingga lehernya mulai berdarah. Tiba-tiba, setelah dikejutkan guncangan lain yang kuat, Mari berusaha dengan sekuat tenaga, dan pengikat lehernya tiba-tiba lepas dan pada akhirnya ia dengan cepat memungut anak-anaknya, memindahkan mereka ke tempat yang aman, dan tanpa istirahat berlari menuju ke reruntuhan yang dahulu adalah rumahnya.

    Rabu, 02 Juni 2010

    True Love VOL 3

    ‎​‎​

    Kisah ini terjadi di Beijing. Seorang gadis bernama Yo Yi Mei, memiliki cinta yg terpendam thdp teman karibnya di masa sekolahnya, namun ia tdk pnh mengungkapkannya. Ia hanya selalu menyimpan di dlm hati. Berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang temannya tak pnh mengetahuinya, hny menganggap sbg sahabat, tak lebih.

    Suatu hari, Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah. Hatinya sesak, tapi ia tersenyum “aku harap kau bahagia”. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia mjd tdk ada semangat hidup. Tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya.

    ‎​12 Juli 1994, sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannya yg akan segera dicetak kpd Yo Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang. Sahabatnya melihat Yi mei yg mjd sangat kurus & tdk ceria, bertanya

    “apa yg tjd denganmu, kau ada masalah?”

    Yi Mei tersenyum semanis mungkin”Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa-apa. Wah contoh undangannya bagus, tapi aku lbh setuju jika kau pilih warna merah muda lembut”, Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya. Sahabatnya tersenyum “ Oh ya, hmmm aku akan menggantinya, terimakasih atas sarannya. Mei, aku harus pergi menemui calon istriku hari ini kami ada rencana melihat2 perabotan rumah. Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan. Ia pulang dgn hati yg sakit sangat sakit.

    18 Juli 1994, Yi mei terbaring di rumah sakit, ia mengalami koma. Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup. Semua organnya yg berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yg lain bisa dikatakan “mati” dan semuanya memiliki alat bantu,

    hanya mujizat yg bisa menyembuhkannya. Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya, Yi Mei adalah tamu penting dlm pernikahannya.

    Keluarga Yi Mei sendiri setuju memberikan “suntik mati” untuk Yi Mei, karena tak tahan melihat penderitaan Yi mei.

    ‎​10 Desember 1994, semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan di suntik mati, dan semua sdh ikhlas..

    ‎​Hanya sahabat Yi Mei yg mohon diberi kesempatan berbicara yg terakhir. Sahabatnya menatap Yi mei yg dulu selalu bersama, ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei.

    “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu2...? kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu di sekolah wkt kita dihukum bersama gara2 kita dtg terlambat... kita langganan kena hukum ya?

    ‎​

    Aku tak prnh melupakan hal itu. Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau tersenyum sprti dulu lg. aku sangat suka lesung pipimu yg manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini?? Tanpa sadar sahabatnya menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei. “mei kau tau, kau sangat berarti untukku. Aku tak setuju kau di suntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini. Aku ingin kau hidup, kau tau kenapa?? Karena aku sangat mencintaimu. Aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku, meskipun aku tau kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup.Aku ingin kau hidup, Mei

    ‎​tolonglah... dengarkanlah aku Mei... bangunlah...!! sahabatnya menangis, ia menggenggam kuat tangan Yi Mei “ aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatmu!!!

    Yi Mei sembuh, sembuh total, aku percaya, bahkan kau tau aku puasa, agar doaku semakin di dengar Tuhan...

    Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat, kau sdh tdk mencintaiku. Sekarang kau mau pergi. Aku sangat mencintaimu, aku menikah hnya ingin membuat dirimu tdk lagi dibayang-bayangi diriku, shga kau bisa mencari pria yg slalu kau impikan, hanya itu Mei

    ‎​Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku. Aku tak peduli, tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku... sebagai sahabat... . “sahabat Yi Mei mengecup pelan dahi Yi Mei, ia berbisik “ Aku sayang kamu, aku mencintaimu” suaranya terdengar parau krn tangisan.

    ‎​Dan apa yg trjd it’s amazing... “CINTA bisa menyembuhkan segalanya .

    7 jam setelah itu dokter menemukan tanda2 kehidupan dlm diri Yi Mei. Jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru2nya , organ tubuhnya bekerja. Sungguh2 sebuah keajaiban. Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei, dan memberitahukan keajaiban yg tjd. Dan sebuah mujizat lagi., masa koma lewat pada 11 Des 1994

    ‎​14 Des 1994 saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada disana. Ia memeluk Yi Mei, menangis bahagia. Dokter sangat kagum dgn keajaiiban yg trjd.

    Aku senang kau bisa bangun, kau sahabat terbaikku. Yi mei tersenyum. Kau yg memintaku bangun, kau blg kau mencintaiku. Tahukah kamu, aku selalu mendengar kata2 itu. Aku pikir aku harus berjuang untuk hidup.

    Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu....

    ‎​Lei memeluk Yi mEi”aku sangat mencintaimu juga”.

    17 Feb 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagia dan sampai dgn saat ini memiliki 1 org anak laki2 yg tlh berusia 14thn. Kisah ini sempat gempar di Beijing.

    Selasa, 01 Juni 2010

    ZHANG DA

    image

    Zhang Da, Sebuah Kisah Teladan dari Negeri China
    Di provinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati, membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.
    Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat, maka mereka pun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan negara yang tinggi kepadanya.
    Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 pemerintah China, di provinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara nasional ke seluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
    Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik di antara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia kini berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da dan apa yang dilakukannya, maka saya mau katakan bahwa ia luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.
    Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggung jawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk papanya dan juga dirinya sendiri. Ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
    Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah, di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
    Zhang Da Merawat Papanya yang Sakit
    Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggung jawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya. Ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya. Semua ia kerjakan dengan rasa tanggung jawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggung jawabnya sehari-hari.
    Zhang Da Menyuntik Sendiri Papanya
    Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur 10 tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, saya pun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
    Aku Mau Mama Kembali
    Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
    "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"
    Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu." Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!" demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
    Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu. Saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya? Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat keteguhan yang dipegangnya, pasti semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

    Senin, 31 Mei 2010

    Author: admin

    29 Oct

    clip_image001

    William Henry Gates III atau lebih dikenal dengan nama Bill Gates dilahirkan pada 28 Oktober 1955, di Seattle, Washington. Bill Gates adalah adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya William Henry Gates adalah seorang pengacara perusahaan yang punya banyak relasi di kota. Sedangkan ibunya Mary Maxwell seorang pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell dan anggota Tingkat Nasional United Way.
    Bill seorang anak yang cerdas, tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung sering mengalami kesulitan di sekolah. Ketika dia berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan untuk membuat perubahan pada dirinya dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki. Di Lakeside itulah pada tahun 1968 Bill Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.

    Dia dengan cepat menguasai BASIC, sebuah bahasa pemograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Dia adalah seorang eksentrik,” sebagaimana salah seorang guru memberikan Gates julukan itu. Bill Gates menempuh kuliah di Harvard University di Cambridge mulai tahun 1975. Di sana ia bertemu dengan Paul Allen sewaktu sekolah bersama-sama. Bersama Paul Allen, Bill Gates terus mengembangkan talentanya di bidang pemograman komputer. Namun, Bill gates memutuskan keluar (drop out) untuk menyumbangkan wakunya ke Microsoft.

    Latar Belakang Pekerjaan

    Melalui usaha kerasnya, perusahaan yang ia dirikan yang bernama Microsoft Corporation menjadi sukses dan Bill Gates melambung menjadi seorang jutawan. Di tahun 1990 Bill Gates sukses merilis sistem operasi yang sangat sukses di pasaran dunia. Namun, Bill Gates juga mendapat reputasi yang tidak baik dalam karirnya. Tidak hanya satu kali, bahkan Bill Gates melakukan beberapa kali kesalahan dalam bisnis perangkat lunaknya. Di tahun 1990 Bill Gates mendapat tuntutan dari Departemen Keadilan Amerika Serikat dengan dakwaan Gates telah melakukan monopoli terhadap perusahaan-perusahaan kecil. Dan sekali lagi Bill Gates tersandung oleh hukum undang-undang bisnis Amerika Serikat pada tahun 1999. Pada tahun 2000, Bill gates mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Pegawai Eksekutif dan ia memilih kembali ke profesi lamanya yang ia cintai yaitu Kepala Penelitian dan Pengembangan Perangkat Lunak di perusahaanya sendiri, Microsoft Corp. Dan pada awal tahun 2008, Bill Gates memutuskan untuk mengundurkan diri dari manajemen Microsoft dan mengkonsentrasikan diri pada kerja kedermawanan melalui yayasan sosial yang didirikannya, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.

    Kehidupan Pribadi

    Dalam kehidupan peribadinya, Gates menikah dengan Melinda French pada 1 Januari 1994. Mereka mempunyai tiga orang anak, Jennifer Katherine Gates (1996), Rory John Gates (1999) dan Phoebe Adele gates (2002). Dengan istrinya, Bill Gates telah mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation, yang merupakan sebuah Yayasan Sosial yang memperhatikan pederita AIDS, beasiswa bagi universitas-universitas dan kepedulian pada dunia ketiga. Para kritikus mengatakan ini merupakan pembuktian terhadap kemarahan banyak orang tentang praktik monopoli, adikuasa perusahaannya dan beberapa kejahatan yang telah ia lakukan, tetapi beberapa orang yang dekat dengan Bill Gates berkata bahwa ia memang telah lama berencana untuk menyumbangkan sebagian besar hartanya. Di tahun 1999 koran Washington Post memberitakan bahwa “Gates telah menyatakan bahwa dia memutuskan untuk menyumbangkan $5 milyar kepada organisasi mereka. Hal itu tentu tidak mengherankan karena menurut survei Majalah Forbes, Bill Gates selalu menjadi orang terkaya di dunia berturut-turut selama tahun 1996 – 2004 dengan jumlah $ 90 Milyar. Dengan perjuangan dan tekad yang keras kini Bill Gates telah menggapai cita-citanya. Untuk mencapai kesuksesan memang diperlukan pengorbanan dan perjuangan yang berat, namun usaha keras dan sikap pantang menyerah Bill Gates telah membuahkan hasil yang dapat ia nikmati saat ini.

    Sumber: www.wikipedia.com Wikipedia, Ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

     

    TV Channel

    google translate

    chat disini aja yuk ^^