Home | Looking for something?
  • Cerita
  • Edit
  • Sabtu, 24 April 2010

     

    Dewi Arta - Okezone

    clip_image001

    Tak sedikit wanita yang menunjukkan sisi cemburu berlebihan ketika mendapati pujaan hatinya tengah didekati wanita lain. (Foto: gettyimages)

    KENCAN merupakan babak baru sebelum memulai jalinan asmara. Pada tahap awal, semua terlihat baik-baik saja. Agar tak tertipu pada pesona pujaan hati, Anda perlu mencermati lebih dalam sikapnya.
    Apakah benar si dia adalah
    Mrs Right yang selama ini Anda cari atau Anda perlu mencari yang lainnya. Perlu Anda sadari, dalam menemukan pujaan hati Anda juga dikelilingi oleh berbagai tipe wanita berbahaya. Mengenali lebih dalam karakter wanita berbahaya, Anda bisa membaca ulasan Askmen berikut:
    Hobi mabuk
    Salah satu sisi buruk yang bisa Anda lihat dari sikap wanita berbahaya adalah mereka cenderung terlalu sering dan terlalu banyak minum alkohol. Bahkan tak sedikit yang terlibat dalam perkelahian.
    Usai menghabiskan minuman sampai muntah di toilet, mereka kerap melanjutkan aksinya dengan membuat kegaduhan di muka umum. Jangan heran bila si dia kerap berperilaku sembrono di hadapan Anda. Dia pun bisa dengan tiba-tiba menyeret atau mencakar tubuh Anda karena tidak menyukai perilaku Anda.
    Pencemburu berat
    Tak sedikit wanita yang menunjukkan sisi cemburu berlebihan ketika mendapati pujaan hatinya tengah didekati wanita lain. Jika si dia termasuk salah satu kategori makhluk pencemburu berat, hal ini bisa Anda lihat ketika si dia menuduh Anda main mata dengan gadis di klub, penjaga kasir minimarket, atau wanita yang Anda kenal di bank. Wanita pencemburu pada umumnya tidak akan takut membuat keributan ketika menuduh Anda berselingkuh.
    Posesif
    Seperti ular, pada tahap awal hubungan dia terlihat begitu pendiam namun si dia dapat menyemprotkan bisa pada Anda kapan saja. Pada awalnya, ia menunjukkan sisi terbaiknya. Dia mendekati, dan menggoda sampai akhirnya Anda malas kencan dan tak lagi meneleponnya.
    Dia ingin selalu berada di dekat Anda, bahkan bisa mati lemas tanpa kehadiran Anda. Ia ingin selalu mengatur ke mana saja Anda pergi. Bahkan dia bisa menyerang Anda ketika Anda tidak meneleponnya setiap jam.(ftr)

     

    clip_image001TEXT SIZE :   clip_image002clip_image003

    clip_image004

    Dewi Arta - Okezone

    clip_image005

    Wanita mudah terpanah asmara ketika pria melancarkan aksi manis saat kencan online. (Foto: Google)

    MENARIK perhatian kaum hawa tak hanya bisa Anda lakukan di pusat keramaian. Saat berada di rumah pun Anda bisa membuat seorang wanita terpesona. Caranya?
    Anda bisa memulainya dengan kencan online. Tak perlu terburu-buru, karena ada beberapa peraturan penting yang harus Anda perhatikan sebelum kencan online dimulai.
    Berikut tiga aturan penting yang harus Anda pahami, seperti diulas Askmen.

    Jangan ceritakan kisah hidup Anda
    Saat berbincang dengan dirinya melalui media online, ada baiknya Anda tidak menulis kisah hidup Anda yang sebenarnya. Anda bisa mengalihkan perhatiannya dengan menulis satu halaman penuh tentang apa saja yang ingin Anda lakukan di akhir pekan, dan lihat respons dari pasangan. Apakah dia cukup tertarik pada Anda? Sembilan dari 10 wanita, bahkan tidak akan membalas e-mail Anda. Dia hanya akan menghapus e-mail Anda dan beralih pada orang berikutnya.
    Mengapa demikian? Alasan pertama, wanita biasanya menganggap pria seperti ini bertele-tele dan membosankan. Kebanyakan wanita ingin mendapatkan sebuah tantangan. Mereka cenderung berpikir tidak membutuhkan orang yang tidak menantang. Alasan lainnya, wanita ingin Anda mendengarkan apa yang mereka katakan.
    Jangan bicarakan mengenai seks


    Seks merupakan salah satu topik pembicaraan yang sangat menarik. Namun meskipun demikian, lebih baik jika Anda tidak membahas masalah yang satu ini saat melakoni kencan online. Mungkin, Anda akan dikejutkan oleh berapa wanita yang benar-benar akan memulai pembicaraan mengenai seks. Ketika seorang wanita memulai berbicara tentang seks, pertimbangkan dengan baik-baik apa yang hendak Anda katakan padanya, hal ini untuk membuat citra Anda tetap baik di matanya.
    Jangan terlalu mengirim banyak e-mail
    Anda tidak ingin terlihat begitu membutuhkannya bukan? Salah satu tanda bahwa Anda membutuhkan kehadirannya adalah cukup dengan mengirimkan tiga atau empat e-mail dalam sehari.
    Tentu saja, jika percakapan melalui media online ini mulai seru, maka Anda bisa lancar berkomunikasi dengannya. Dengan kata lain, Anda bahkan bisa mencoba untuk mengajaknya kencan. Tapi jika Anda masih berada pada tahap awal, di mana Anda masih dalam proses mengenal satu sama lain, saran terbaik adalah tetap menjaga komunikasi dengannya.  
    Batasi diri Anda untuk mengirim dua e-mail per hari. Dengan melakukan ini, Anda akan tetap misterius di matanya dan ini yang ternyata membuat kebanyakan wanita penasaran dan tertarik untuk mengenal Anda lebih jauh.
    (tty)

    Jumat, 23 April 2010

    Iwan fals



    Virgiawan Listianto yang populer dengan nama Iwan Fals dikenal sebagai 'wakil rakyat' yang lantang menyuarakan seruan hati para wong cilik. Sepanjang karirnya selama kurang lebih 20 tahun di dunia musik ia telah terbukti memiliki kelompok penggemar khusus yang dekat dengan kemiskinan, ketidakadilan dan pengangguran. Lagu-lagunya kerap dihubungkan dengan protes-protes sosial seperti pernah terkenal lewat Oemar Bakrie (1981) dan Bento (1991).

    Nama besar yang disandangnya saat ini dicapainya setelah melalui jalan penuh kerikil dan berdebu di bawah hujan dan terik matahari dalam komunitas 'pengamen jalanan'. Pria yang diberi julukan "Pahlawan Besar Asia" menurut majalah Time Asia edisi 29 April 2002 ini mengalami banyak perubahan selama enam tahun terakhir.

    Kepergian anak pertamanya, Galang Rambu Anarki (almarhum), April 1997, seorang gitaris yang baru saja meluncurkan album perdananya di usia 15 tahun, membuatnya semakin menghargai posisinya sebagai seorang ayah yang harus menjaga, mendidik, dan memelihara anak-anaknya. Rasa cintanya kepada dua anaknya, Annisa Cikal Rambu Basae dan Rayya Rambu Robbani, adalah pengobar semangat di usianya yang kini sudah berkepala empat.

    Iwan Fals yang pernah memperoleh Juara II Karate Tingkat Nasional, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik) sehari-harinya dipanggil Tanto. Ia lahir pada 3 September 1961 di Jakarta dalam keluarga besar yang taat beragama. Dari sembilan bersaudara, empat meninggal dunia. Semenjak kecil Iwan sering diajak ibunya, Lies Haryoso, mengikuti berbagai kegiatan sosial. Kini, ibunya masih aktif mengurusi sebuah yayasan sosial miliknya yang menampung anak-anak tidak mampu dan menyantuni orang-orang jompo. Yayasan sosial `Hairun Nissa' yang didirikannya tahun 1986, kini menyantuni 213 anak dalam panti, 90 anak non panti, dan 313 orang tua jompo.

    Semenjak kecil Iwan sudah berjiwa sosial dan sangat perhatian kepada teman-temannya. Itu semua terbukti ketika Iwan dengan murah hati memberikan pakaian yang dia pakai dan sepatu baru yang harganya mahal kepada temannya yang membutuhkan.

    Meskipun cerdas, di sekolah Iwan biasa-biasa saja karena waktunya habis untuk mengembangkan bakat seninya dalam mencipta lagu, memainkan gitar, harmonika dan piano.

    Menginjak usia 13 tahun, Iwan mulai mengamen di Bandung. Sama seperti anak SMP lainnya, Iwan suka memperhatikan teman-temannya yang sering memainkan gitar sembari nongkrong menghabiskan waktu. Tidak mau kalah dengan temannya, Iwan mulai belajar gitar sedikit demi sedikit. Suatu kali ia pernah mencoba memainkan gitar temannya, namun bukan pujian yang diterima melainkan omelan karena senar gitar itu dibuatnya putus.

    Gitar seakan-akan sudah menjadi sahabat yang tak terpisahkan bagi Iwan. Bahkan ketika ia bersekolah di KBRI, Jedah, Arab Saudi, selama 8 bulan, gitar menjadi teman penghibur di kala sepi datang menghadang. Dalam perjalanan pulang dari Jedah ketika musim haji, Iwan mendapat pengalaman yang unik. Seorang pramugari mengajarinya menyanyikan lagu Blowing in the Wind Bob Dylan dan membantu menyetem gitarnya yang fals.

    Karena ingin tampil beda dan menarik perhatian teman-temannya yang suka memainkan lagu-lagu Rolling Stones, Iwan yang juga menjadi pemain gitar di vokal grup sekolahnya SMP 5 Bandung mencoba mengarang lagu sendiri. Ia membuat lagu yang liriknya lucu, bercanda, bahkan mengutak-ngatik lagu orang. Ulahnya ini tentu membuat teman-temannya tertawa terpingkal-pingkal.

    Bersama Engkos, manajernya yang berprofesi sebagai tukang bengkel sepeda motor, Iwan mulai menyanyi di berbagai acara hajatan, kawinan atau sunatan. Kesibukan barunya dengan gitar sembari mencari teman dan memperluas pergaulan membuat ia sering membolos lalu pindah sekolah. Lagu Iwan sempat direkam dan diputar di Radio 8 EH namun radio ini akhirnya dibredel.

    Waktu terus berjalan sementara lagu-lagu Iwan mulai terkenal, tidak hanya di Bandung tetapi juga di Jakarta. Karena tertarik dengan ajakan seorang produser, Iwan yang masih bersekolah di SMAK BPK Bandung, pergi ke Jakarta bersama teman-temannya dari Bandung, yakni Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam kelompok Ambradul untuk masuk dapur rekaman dengan bekal uang hasil penjualan sepeda motor Iwan. Namun, penjualan album tersebut kurang sukses di pasaran.

    Setelah rekaman ini, Iwan kembali mengamen dan ikut berbagai festival. Ia sempat menjuarai festival musik country lalu mengikuti festival lagu humor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor Iwan direkam dan diproduseri oleh Handoko di bawah bendera perusahaan ABC Records. Dalam rekaman ini Iwan ditemani oleh Pepeng (pembaca acara kuis Jari-jari), Krisna, dan Nana Krip. Album ini pun bernasib sama dengan album rekaman sebelumnya yang hanya dikonsumsi kalangan tertentu saja, seperti anak muda.

    Rupanya pintu kesempatan belum tertutup bagi Iwan. Setelah sempat rekaman sekitar 4-5 album, nama Iwan akhirnya melejit di tangan Musica Studio yang kemudian menghasilkan album-album karyanya, seperti Sarjana Muda, album solo perdananya, yang aransemen musiknya dimotori oleh Willy Soemantri, album 1910, album Mata Dewa, yang meledak di pasaran. Walaupun nama Iwan Fals sebagai penyanyi dan musisi semakin populer, banyak orang hanya tahu nama namun tidak kenal wajah karena Iwan baru masuk televisi setelah tahun 1987 padahal rekaman pertamanya dilakukan tahun 1979, waktu itu usianya masih 18 tahun.

    Meskipun sudah masuk dapur rekaman dan albumnya diterima oleh pasar, Iwan diam-diam masih mengamen dari rumah ke rumah, acara hajatan dan sunatan, sembari sekali-sekali di Pasar Kaget, Blok M karena ia harus menghidupi keluarganya. Ia juga sekali-sekali memanfaatkan mobil colt abu-abu miliknya untuk menarik penumpang sepulang dari studio.

    Pada awal 1982, isteri Iwan, Rosana, melahirkan anak pertama, Galang Rambu Anarki di tengah keadaan ekonomi yang sedang sulit. Meskipun demikian, Iwan tetap bersyukur dengan membuat lagu khusus berjudul Galang Rambu Anarki sama dengan nama anaknya. Selama 3 tahun selanjutnya Iwan masih mengamen. Baru tahun 1985, setelah anak keduanya lahir, Anissa Cikal Rambu Basae, Iwan memutuskan berhenti total dari mengamen.

    Di masa Orde Baru, lagu-lagu Iwan sempat dicekal dan ia dilarang melakukan pertunjukan di beberapa daerah. Pada 1984 ia mendapat masalah karena lagunya yang berjudul Mbak Tini. Lagu ini berkisah tentang Mbak Tini, seorang pelacur yang membuka warung kopi di pinggir jalan dan mempunyai suami bernama Soeharto, seorang supir truk. Oleh pihak yang berwenang waktu itu, lagu tersebut dianggap menghina presiden RI, Soeharto. Akibatnya, Iwan terancam bakal masuk penjara. Padahal, menurut Iwan, lagu tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan Soeharto dan istrinya, (mendiang) Tien Soeharto.

    Dalam mencipta lagu, Iwan mendapat inspirasi dari koran, televisi, keadaan sekitar dan alam. Saat rezim Orde Baru menghadapi detik-detik ketumbangannya, misalnya, ia membuat lagu berjudul Kamu Sudah Gila, Apa Kamu Sudah Jadi Tuhan? Sedangkan lagunya Belalang Tua diilhami oleh seekor belalang yang bergayut di selembar daun selama berhari-hari di kebun miliknya.

    Setelah album Orang Gila (1993), Iwan, yang sempat kuliah di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang Institut Kesenian Jakarta) menghilang selama kurang lebih 10 tahun dari hingar bingar industri rekaman. Dalam kurun waktu itu, Iwan bergabung dengan berbagai kelompok, yakni Swami, Dalbo, Kantata Takwa, dan Kantata Samsara. Kolaborasinya itu melibatkan beberapa musisi dan budayawan ternama, seperti Setiawan Djody, Sawung Jabo, WS Rendra, dan Jocky Suryoprayogo.

    Iwan juga melakukan beberapa kerjasama di luar kelompok tersebut, di antaranya melahirkan album Anak Wayang (bersama Sawung Jabo), Terminal dan Orang Pinggiran (bersama Franky Sahilatua), serta Mata Hati (bersama Bobby Erres). Baru pada tahun 2002, Iwan mengeluarkan album berjudul Suara Hati, sebuah album comeback yang betul-betul merupakan hasil karyanya bersama grupnya.

    Pada 18 Juni 2003 yang lalu, Iwan bersama isterinya, Mbak Yos, yang juga merangkap sebagai manajernya baru saja melempar album baru di bawah bendera Musica Studio berjudul Iwan Fals: In Collaboration With, yang kebanyakan berisi lagu-lagu cinta. Dari 10 lagu, kecuali Rinduku karya Harry Roesli, lima lagu lainnya dibuat oleh pencipta-pencipta lagu muda, yaitu Pongky "Jikustik" (Aku Bukan Pilihan), Eross "Sheila on 7" (Senandung Lirih), Piyu "Padi" (Sesuatu yang Tertunda), Azis MS "Jamrud" (Ancur) dan Kikan "Cokelat" (Sudah Berlalu) sedangkan empat lagu lainnya, diambil dari album Suara Hati, yaitu Kupu-kupu Hitam Putih, Belalang Tua, Suara Hati dan Hadapi Saja yang semuanya diaransemen ulang.

    Badri Ismaya


    Published: 11 Feb 2010 16:03:00 WIB by: kickandy

    Badri (58 tahun) tertarik melakukan penghijauan dari hulu-hilir di daerah aliran sungai Ciliwung. Dia menyadari bahwa lahan akan menjadi kritis tanpa pepohonan dan dapat mengakibatkan banjir. Dia merasa sedih melihat korban banjir di ibukota negara, Jakarta. Lebih lanjut, Badri menyadari bahwa perputaran perekonomian ada di Jakarta sehingga apabila Jakarta dilanda banjir maka akan berimbas kepada daerah-daerah lainnya. Seperti apa yang terjadi pada tahun 1996, akibat banjir besar di Jakarta, masyarakat kesusahan mendapatkan minyak tanah dan kebutuhan pokok lainnya. Dia mengharapkan agar bencana seperti itu tidak terulang kembali dan daerah aliran sungai Ciliwung akan tetap hijau dari hulu-hilir.

    Badri mengenang pada tahun 1980, daerah Cisarua masih alami  berupa sawah, kebun teh dan air hujan masih dapat langsung meresap. Pada saat itu dia masih menjadi penjarah kayu, selama 6 tahun menjarah kayu di Gunung  Pangrango dan sekitarnya, pada tanggal 10 Juni 1980 ketika membawa hasil jarahan disiang hari bolong air menetes dari akar kayu. Kejadian tersebut membuat Badri bertanya, pertanda apakah ini?  Akhirnya, Badri mengambil kesimpulan bahwa ini merupakan tanda-tanda peringatan-Nya dan sejak siang itu Badri berjanji untuk berhenti menjarah kayu dan tekun menanam berbagai jenis pohon.

    Menurutnya, akibat alih fungsi menjadi bangunan antara tahun 1980-1990 suhu di Puncak mulai berubah. Bahkan, sekarang ini apabila memasuki musim panas maka kita sudah dapat merasakan suhu yang mulai memanas. Badri bertekad unutk terus mencintai alam dan lingkungan, serta ikut andil dalam menanam pohon. Bahkan dia mengatakan bahwa kalaupun ia mampu, ia mau membantu daerah lain diseluruh Indonesia. Karena dia sedih apabila melihat hutan gundul dan kebakaran hutan.

    Kepedulian Badri terhadap lingkungan mendapat kendala. Dia dihujat oleh para makelar tanah karena dia memberitahu orang yang ingin membeli tanah di daerah resapan ini agar tidak jadi membeli. Dia bahkan sempat ditonjok di bagian mukanya, nyaris ditusuk orang, dan bahkan depan rumahnya dihancurkan oleh orang-orang yang tidak menyukai aksinya menjaga konservasi alam dan menanam tanaman di daerah sekitar yang memang bukan miliknya. Badri juga memberikan penyuluhan tentang sumur resapan di daerah Cipayung. Dia merasa senang bisa bermanfaat bagi orang lain. Badri berkeyakinan kuat dan tidak pernah berputus asa mengajak masyarakat. Pada tahun 1997, Badri baru mendapat dukungan dari masyarakat. Ditambahkanya, hasil dari konvervasi yang dilakukannya pada akhirnya dapat dinikmati bersama.

    Badri pernah diundang ke Malaysia dan Perancis tetapi dia tidak mau karena dia sangat mencintai Indonesia. Dan dia merasa bahwa Indonesia masih memerlukan penyuluhan dan pertolongan. Bahkan menurutnya para petani mengeluh karena kurang mendapatkan informasi, Badri ingin agar petani lokal sejajar dengan petani di luar. Harapan Badri kedepan adalah dengan terus menghimbau masyarakat Indonesia agar sadar dan melestarikan alam. Dia ingin meninggalkan tanah yang subur bagi anak cucu dan bukan hanya tulang belulang. Badri telah mendapatkan manfaat dari apa yang dilakukannya. Banyak orang yang datang dan belajar kepadanya dan sukses. Mereka ada yang sudah lulus S2, S3, menjadi rektor, dosen IPB, Direktur di institusi pemerintahan. Badri mengaku bangga, dia mengatakan dibanding harta kekayaan bagi diri sendiri. Dia senang bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan pengalamannya. Dia bahkan menanam berbagai tempat, yang terpenting baginya adalah terus menanam.


     

    Ciptono


    Published: 08 Feb 2010 18:42:00 WIB by: kickandy

    Ia adalah sosok guru yang sangat peduli pada perkebanganan anak-anak berkebutuhan khusus.

    SLB Negeri Semarang, tempat dimana dia menjabat sebagai Kepala Sekolah sekarang dirintis sejak tahun 2002. Awalnya, dia membuka SLB di ruangan balai RW dekat rumahnya, kemudian pindah disamping garasi rumahnya selama lebih kurang 3 tahun lamanya.

    Pada Februari 2005, mereka mendapat tawaran untuk mengembangkan SLB dan mereka pindah ke tempat baru dengan total siswa 30 siswa dan 9 guru binaan dari rumahnya. Karena belum ada dana dari pemerintah guru-guru yang mengajar diurus oleh orang tua murid, Ciptono memindahkan barang-barangnya sendiri seperti peralatan masak dan meja. Tahun 2006, dana dari pemerintah datang dan seiring perkembangannya pada tahun 2008, SLB Negeri Semarang sudah memiliki 242 siswa dan 60 guru.

    Gaji yang diterima oleh para guru berasal dari dana BOS, pemerintah dan dari hasil unit usaha mereka seperti penjualan pulsa, VCD pertunjukan ABK yang berbakat, menjual rumput dari lapangan belakang sekolah yang mereka budidayakan serta menjual makanan seperti kerupuk.

    Menurut Ciptono SLB Negeri Semarang membina anak-anak tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa dan autis. Selain itu, mereka juga mempunyai beberapa bengkel pelatihan seperti tata boga, pertukangan, otomotif, busana, electricity dan pertamanan. Jadi bagi anak-anak yang tidak mempunyai kemampuan akademis, mereka diarahkan dan dididik ketrampilan. Di sekolah tersebut, Ciptono berkomitmen dengan mempekerjakan 20% karyawan yang merupakan penyandang cacat dan lulusan SLB. Hal ini dilakukannya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka juga bisa bekerja. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak lainnya. Ciptono menambahkan, diantara penyandang cacat tersebut ada yang menjadi asisten di bidang otomotif dengan gaji Rp. 200.000-250.000. Terkadang ada juga yang gajinya berasal dari orang tua mereka namun dititipkan kepada pihak sekolah.

    Ciptono lulus dari IKIP Yogyakarta tahun 1987, Ciptono mengajar di SLB Wantu Wirawan Salatiga dengan gaji Rp. 5000/bulan ditambah Rp. 700 untu transport. Uang yang diterimanya habis dalam waktu 5 hari. Untunglah, untuk ongkos transportasi sehari-hari, Ciptono dibantu oleh ayahnya, Jayin Hartowiyono yang merupakan pemilik armada bus Gotong Royong dan Hidayah di Salatiga. Ciptono sendiri dibesarkan oleh neneknya dengan pendidikan "keras". Menurut pengakuannya, neneknya mendidiknya untuk mencintai sesama, khusunya mereka yang tidak mampu dan berkekurangan.

    Ibunya sendiri sudah meninggal dunia sejak ia berusia 3 tahun. Salah satu nilai yang diajarkan neneknya adalah "bantulah orang lain disaat kamu bisa membantu". Pesan ini begitu terpatri dalam benak Ciptono sehingga dia begitu menunjukkan totalitasnya untuk pendidikan bagi ABK (Anak berkebutuhan khusus). Ciptono juga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa ABK mempunyai kemampuan luar biasa Ditambahkannya, jiwa sosialnya untuk menolong ABK muncul sejak lulus SMA tahun 1982. Awalnya, Ciptono sempat mendaftar di Kedokteran UGM namun tidak diterima. Kemudian, dia memutuskan untuk mendaftar di IKIP Yogyakarta jurusan Pendidikan Luar Biasa.

    Ciptono juga merupakan perintis untuk 3 sekolah. Salah satunya yaitu SLB Bina Harapan membantu anak-anak yang berkesulitan dalam belajar. Di sekolah ini, dibuka kelas khusus yang merupakan tempat bagi anak-anak yang seharusnya bersekolah di SLB namun orang tuanya masih belum bisa menerima keadaan anaknya. Oleh karena itu, di sekolah ini, para orang tua diberi pengertian lebih dahulu agar dapat bisa menerima anaknya bersekolah di SLB. Ciptono pun selalu mengatakan kepada guru-guru yang lain bahwa " dibalik kekurangan ada kelebihannya".

    Bambang Suwerda & Panut Susanto


    Published: 09 Feb 2010 07:33:00 WIB by: kickandy

    Bambang termasuk warga yang memiliki sifat kritis di desanya, ketika melihat kondisi lingkungan desa yang kotor akibat kebiasaan buruk warga yang membuang sampah sembarangan hatinya tergugah untuk berinisiatif melakukan tindakan solutif. Didorong dengan sifat yang selalu ingin mencoba hal baru maka akhirnya tercetus ide untuk membentuk sebuah lembaga Bank Sampah. Perjuangannya untuk meyakinkan manfaat Bank Sampah kepada masyarakat bukan hal yang mudah, namun selain ulet, Bambang juga orang yang ramah dan mudah bergaul. Sehingga akhirnya warga mau berpartisipasi menjadi nasabah dan pada gilirannya warga pun merasakan manfaat ekonomi dari tabungan sampah.

    Bambang adalah Pegawai Negeri Sipil lulusan Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan UGM. Saat ini ia bekerja di Politeknik Kesehatan. Sebenarnya Bambang tidak mempunyai dasar ilmu perbankan tetapi ia mencoba mengawinkan ilmu perbankan dengan ilmu lingkungan. Awalnya Bambang sering ke bank umum dan melihat sistem yang digunakan di bank umum itu sangat sederhana. Akhirnya timbullah ide untuk mendirikan bank sampah yang dirintis pada tanggal 5 Juni 2008 dengan tujuan agar sampah-sampah yang ada dapat dikelola dan dapat mengurangi pekerjaan pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah yang semakin hari semakin menumpuk.

    Bambang membuatnya prosedur bank sampah dengan sederhana. Warga yang ingin menabung di bank sampah dibuatkan nomor rekening dan buku tabungan untuk memudahkan pengadministrasian. Pendiri  Bank Sampah adalah Bambang Suwerda dan pengelola Bank Sampah adalah direktur, Panut  Susanto.

    Ada dua cara untuk menabung di Bank Sampah, yaitu langsung menabung di bank dan menabung melalui RT masing-masing. Pertama, warga langsung datang ke Bank Sampah dan menabungkan sampahnya di bank. Kemudian teller melabelkan dan mencatat sampah yang masuk dan dimasukkan ke dalam loker bank sampah. Setelah menabung, warga diberikan uang sesuai dengan sampah yang ditabungnya dan nanti penabung akan diberikan surat tanda terima menabung. Uang tersebut nantinya dapat diambil setiap 3 bulan agar uang yang diperoleh dapat terasa.

    Pembagian harga untuk warga yang langsung menabung di Bank Sampah adalah 85 % - 15 %. 85 % untuk warga yang menabung dan 15% untuk administrasian Bank Sampah sedangkan sampah yang dikumpulkan di setiap RT pembagiannya adalah 70%-30%. Biasanya uang yang terkumpul dalam 3 bulan itu sekitar Rp. 90.000-Rp.100.000, tergantung dari sampah yang ditabung. Ke depannya Bank Sampah ini juga bisa dijadikan tempat simpan pinjam.

    Sampah-sampah yang ada di bank ini akan diambil oleh pengepul sekali dalam sebulan.Warga harus memilah sampah sendiri dari rumah dan sampah yang diterima oleh Bank Sampah adalah plastic, kertas, kaleng/botol.

    Sasaran yang dibidik oleh Bambang adalah anak-anak agar anak-anak terbiasa menabung dan peduli lingkungan sekitar. Selain itu, Bambang memounyai harapan kalau Bank Sampah ini sudah berdiri di banyak tempat maka pemulung dapat menjadi pengepul dan pengepul dapat menjadi pengepul yang lebih besar lagi agar tidak ada lagi konotasi negatif pada pemulung. Tidak ada lagi tulisan "Pemulung Dilarang Masuk" tetapi nanti menjadi "Pengepul Silahkan Masuk". Bambang juga masih mensosialisasikan Bank Sampah ini karena masih banyak warga yang membakar samapah dan membuang sampah.

    Tugas dari Direktur Bank Sampah adalah mengkoordinasi kegiatan di Bank Sampah dan ikut turun langsung melayani warga. Tugas dari teller adalah hanya sebatas menimbang karena teller awam dengan harga sampah. Pengelola Bank Sampah bekerja di Bank Sampah ini secara sukarela tetapi nanti kedepannya teller juga akan digaji. Saat ini yang dibayar baru petugas (tukang becak) yang mengambil sampah ke RT. Saat ini, sudah ada 2 Bank Sampah di daerah Bantul.


     

    Kamis, 22 April 2010


    Published: 08 Feb 2010 18:58:00 WIB by: kickandy

    Meski profesinya   dokter bedah tulang,  tapi  sebagian  besar  kehidupannya  digunakan  untuk   menjadi  relawan.

    Misi kemanusiaan pertama Joserizal adalah menjadi relawan medis untuk korban konflik di Tual, Maluku Tenggara.  Berawal  dari keprihatinan, karena tenaga medis yang terjun ke wilayah tersebut bersikap tidak netral. "Kebanyakan tenaga medisnya bersikap tidak netral, tidak mau menolong orang yang berbeda agama, padahal ini kan misi kemanusiaan," ungkapnya. Selama 3 minggu berada di Maluku, Jose mengaku mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan.

    Gempa bumi dan tsunami di Aceh (27 Desember 2004-3 Januari 2005)
    Saat terjun ke Aceh merupakan kerja berat bagi Jose. "Saya tidak terjun sebagai ahli bedah tulang, tetapi juga negosiasi, nayi air bersih , makanan, dll. Waktu itu banyak korban yang meninggal karena tidak minum," kayanya. Di Aceh, Jose juga membantu dalam proses negosiasi kasus wartawan Ersa Siregar dan Ferry Santoro dengan GAM. "Berunding dengan GAM di pinggir kota Langsa, dekat hutan. Lepas kejadian itu, anak buah Isa Daud, pemimpin GAM minta duit ke MER-C sebesar 100 juta. Ancaman kepada saya sering saya terima, karena saya sudah masuk ke wilayah-wilayah yang sensitif," terang Jose.

    Afganistan (Tim I): 29 Oktober 2001 (tentara Taliban vs Amerika)
    Saat itu Amerika sudah menguasai Khabul. "Situasi saat itu kami banyak dihadapkan dengan korban luka-luka akibat senjata api, ranjau, rudal. Banyak yang dalam kondisi parah. Kota itu di bom habis-habisan, dan kami menangani korban di rumah sakit," kata Jose.

    Afganistan Tim II: 14 Mei 2002
    Saat itu Amerika sudah ada di Khandahar—masuk melalui Khabul. Thaliban menyarankan kepada kami untuk segera keluar dari Afganistan. "Saat itu saya sudah menjadi incara tentara Amerika, karena saya selalu masuk ke wilayah-wilayah sensitif. Thaliban berkata kepada saya bahwa tetua suku mereka meminta mereka untuk mengawal saya dan tim keluar dari Afganistan. Kami dikawal melewati jalan tikus, agar lepas dari ancaman ranjau. Mereka memberitahu kepada kami untuk tidak ke Khandahar, karena di sana Amerika memasang bom karpet. Yang kalau kena, kaki kita sampai sebatas lutut bisa terpotong!," terang Jose. Jose memutuskan berpisah dengan rombongan. "Saya berpisah dengan tim dari RI, dan pergi ke Khandahar. Saat itu saya berpikir bahwa di Khandahar pasti banyak korban luka-luka," jelasnya

    Irak-Bagdad: 1-12 April 2003
    Jose dan tim medis datang ke Irak melalui Yordania. "Jam 2 siang kami mendarat di Yordania, dan tidak diijinkan masuk. Setelah negosiasi dan perdebatan yang alot selama 5 jam—menjelaskan bahwa kami adalah tim kemanusiaan, kami diberi visa dan diijinkan masuk Irak. Mobil ambulance MER-C dicek d semua bagian. Keesokan harinya kami jalan keperbatasan. Dan jarak dari perbatasan Yordania-Irak dengan Bagdad itu 100 kilometer. Selama perjalanan yang terlihat hanya padang pasir," jelasnya.

    Tiba di Al Kimbi Hospital Jose langsung menangani pasien yang kebanyakan mengalami lika akibat tembakan. "Ada anak yang berumur 10 tahun yang kepalanya kena tembak dengan senjata otomatis. Otaknya sampai kelihatan.Kami tangani, tetapi ia tidak selamat," katanya. Setelah beberapa waktu Jose dan tim medis bekerja di Al Kimbi Hospital, kondisi Bagdad semakin parah dan persedian medis menipis. "Persediaan obat-obatan kami habis. Kami berupaya untuk mencari dan membeli di Yaman—yang tekenal dengan harga obat yang murah. Namun timbul masalah, karena perjalanan harus melalui Siria. Sulit mengurus cukai obat dan visa dari Siria ke Yordania. Setelah diskusi bahwa ini adalah misi kemanusiaan, maka kami diperbolehkan masuk Irak," jelas Jose. Setelah porak poranda, terjadi penjarahan dan pertikaian antar kelompok Jose dan tim memutuskan kembali ke tanah air. "Situasi semakin sulit diidentifikasi, antara intelejen, sipil, petugas kemanusiaan, dll. Terjadi konflik horizontal. Karena itu kami kembali ke Yordania, menunggu situasi. Tetapi ternyata tidak kondusif, kami tidak mungkin kembali ke Bagdad, sehingga kami putuskan untuk pulang ke Indonesia," terang Jose.

    Iran (Gempa bumi yang menyebabkan lebih dari 50.000 korban jiwa): 1 Januari 2004
    Saat itu terjadi masalah gempa bumi di Iran. "Saya mendengar bahwa Indonesia akan menyerahkan bantuan ke Iran dalam bentuk uang. Saya langsung telepon Pak Yusuf Kalla, mengatakan bahwa Indonesia seharusnya mengirim tenaga medis. Dan saya bersedia jadi relawan ke Iran dalam misi kemanusiaan itu," katanya.

    Dalam perjalanan menuju Iran terjadi kendala. "kami berangkat menggunakan pesawat herkules yang sudah tua. Kami harus landing di Kerman, karena baling-baling pesawatnya nggak mau bekerja. Tetapi kemudian hidup kembali karena diterpa angin, kita semua lari-lari mengejar pesawat dan masuk ke dalam pesawat. Saat take off saya merasakan pesawat bergerak aneh karena terpaksa menaikkan ketinggian dengan cepat. Itu adalah perjalanan yang luar biasa. Saya sempat merasa ketakutan, takut jatuh!," ungkap Jose.

    Dari Kerman terbang menuju Bam. "Di Bam kami bertemu dengan pejabat di sana, ngobrol, dan akhirnya kita buka tenda darurat, poliklinik, tenda pengungsian dan melakukan operasi. Masuk minggu ke-3 di Bam, saya merasa bahwa yang kami lakukan tidak efektif karena yang berobat kebanyak orang-orang kaya, bukan korban sipil. Saya bilang kepada komandan di sana bahwa saya harus kembali ke Indonesia. Saya di telepon supaya saya kembali. Di minta menjadi negosiator, berunding dengan GAM," jelas Jose.

    Kashmir-Pakistan (gempa bumi): 13-27 Oktober 2005
    Jose mendarat di kota Lahor. "Saya dijemput oleh kotak person kami dan pergi ke Muzaffarabad. Kemudian ditempatkan di pusat gempa. Saya melakukan operasi di wilayah terbuka. Saat itu musim dingin, dan bulan puasa. Kami melakukan operasi dan memberikan pelayanan medis selama 24 jam non-stop. Sangat melelahkan!. Setelah 17 hari, kami dideportasi. Kembali ke Indonesia melalui Muaffarabad," jelas Jose.

    Libanon (perang antara Israel dengan Hizbullah): 10 Juli-14 Agustus 2006
    Masuk ke Libanon melalui Suriah, kemudian ke Beirut. "Kami bikin basecamp selama 2 hari. Kompleks Hizbullah dihancurkan oleh Israel. Tenaga medis dan penangaannya sudah baik. Hizbullah lebih cekatan dalam menangani korban. Kami hanya menangani korban yang tersisa saja. Setelah 3 minggu membantu korban perang, kami pulang ke Indonesia," tuturnya.

    Gaza-Palestina: Desember 2008-31 Januari 2009
    MER-C, Departemen Kesehatan dan wartawan Indonesia bergabung melakukan misi kemanusiaan ke Palestina. "Saya ditelepon, diminta membantu. Misi pertama itu ke Yordania. Dan rencananya bantuan hanya diserahkan kepada duta besarnya di kantor perwakilan. Kemudian saya mengatakan bahwa bantuan tersebut seharusnya langsung diserahkan kepada masyarakat," kata Jose.

    Jose  mengaku merasa mendapat amanah untuk melakukan sesuatu yang lebih untuk orang lain. Banyak yang bertanya kepada saya kalau mau melakukan sesuatu mengapa tidak di Indonesia, seperti di Jakarta banyak korban banjir?! Persoalan yang menjadi pertimbangan adalah urgency, walaupun di Jakarta juga banyak yang harus ditolong.

     

    TV Channel

    google translate

    chat disini aja yuk ^^